Negara Nomor Satu Untuk Bertualang

Posted on

Islamabad – Negara ini menjadi yang teratas untuk dijelajahi di tahun 2018 ini. Sederet petualangan telah menunggu traveler .

Melansir CNN Travel mengutip data dari British Backpacker Society, telah dirilis 20 negara untuk bertualang di 2018. Posisi teratasnya adalah Pakistan.

Pakistan memiliki pemandangan gunung yang luar biasa karena berada dekat dengan Pegunungan Himalaya. Tak hanya itu, keramahan penduduk setempat menjadi poin tersendiri bagi para traveler yang telah mengunjunginya.

Pada tahun 1970-an, pariwisata menjadi daya tarik utama Pakistan. Namun beberapa dekade belakangan banyak kekhawatiran jika melakukan perjalanan ke sana dikarenakan ketidakstabilan politik dan serangan teroris.

Pada 2017, sekitar 1,7 juta orang asing mengunjungi Pakistan dan 200 ribu lebih banyak dari tahun sebelumnya. Pada Januari 2018, Pakistan mengumumkan adanya visa on arrival selama 30 hari.

Menikmati kuliner berpemandangan Pegunungan Himalaya di Pakistan (CNN Travel)

Efek adanya visa ini adalah pemesanan naik 100% di tahun ini. Hal itu diakui Wild Frontiers, operator tur berbasis di Inggris dan AS.

Penyebabnya adalah pemandangan yang sangat cantik. Di Hunza, lembah pegunungan di wilayah Gilgit-Baltistan misalnya, Anda bisa duduk di atap di hotel sambil sarapan dan dapat melihat tujuh puncak Pegunungan Himalaya setinggi 7.000 meter.

Daya tarik Pakistan juga berasal dari budaya yang menarik dalam bentuk arsitektur dan juga perilaku orang-orangnya. Wisata kuliner di sana dapat memberi pengalaman tersendiri namun kekurangannya ada di dalam hal akomodasi.

Pariwisata di bagian utara Pakistan belum pulih betul. Karena pada masa itu yakni pertengahan tahun sembilan puluhan, untuk memesan hotel diperlukan waktu setahun sebelumnya.

Negara Nomor Satu Untuk BertualangSalah satu rute kereta di Pakistan (CNN Travel)

Seorang blogger kelahiran AS, Alex Reynolds telah mengunjungi Pakistan sebanyak dua kali pada tahun 2016 dan 2017. Hal-hal mengerikan telah dirasakannya, seperti keracunan, penculikan hingga pemboman, namun ia berpikir tidak ada negara yang 100% jahat.

Keramahan penduduk Pakistan mengundangnya untuk tinggal di rumah mereka. Bahkan, sang tuan rumah mengatur segalanya mulai dari perjalanan sehari ke kota dan ia juga mengambil hari libur untuk menunjukkan negaranya pada Alex.

Salah satu kenangan favorit ALex saat plesir di Pakistan selama bulan suci Ramadan. Saat itu di musim panas, Reynolds merasa haus dan kelaparan saat di stasiun, lalu seorang bocah setempat membantunya mendapatkan tiket kereta api dan kemudian segera menghilang.

Beberapa jam kemudian, si bocah muncul kembali membawa tas berisi makanan dan air kemasan. Bocah berpikir si turis lapar dan haus karena itu Ramadan.

Di akhir cerita, Alex tahu bahwa si bocah pulang ke rumah dan meminta ibunya untuk menyiapkan bekal bagi kami. Saat menyerahkan tas berisi bekal kepada Alex, si bocah mengucapkan selamat tinggal lalu pergi meninggalkannya. Sungguh pengalaman yang manis! (msl/fay)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar