Nonaria Hidupkan Lagi Musik Lawas Indonesia

Posted on

Jakarta – Kehadiran trio Nonaria menjadi warna yang berbeda bagi musik Tanah Air. Di tengah beragam lagu yang wara-wiri di panggung musik, Nonaria justru menawarkan ‘mesin waktu’ dengan membawakan lagu-lagu bernuansa swing dan ragtime jazz khas musik pop lawas yang beken di era 1940-an hingga 1960-an.

Trio beranggotakan Nesia Ardi (vokal, snare), Nanin Wardhani (piano, akordeon), dan Yasintha Pattiasina (biolin) tersebut mengaku terinspirasi dengan sejumlah penyanyi pada masa tersebut, sebut saja Bing Slamat, Sam Siamun, hingga Ismail Marzuki.

Ketika terbentuk pertama kali 5 tahun silam, nyatanya warna musik mereka belum seperti yang sekarang.

Nonaria. Foto: Rifkianto Nugroho

“Awalnya kami memainkan lagu-lagu jazz standar, ya lagu-lagu yang ada di lagu standarnya Amerika. Jadi ada buku namanya The Great American Songbook. Nah sebenarnya, lagu-lagu yang ada di sana, kita (Indonesia) juga punya lagu-lagu seperti itu, cuma nggak ada yang membukukan,” cerita Nesia Ardi saat ditemui di acara d’Hot Music Day, Kuningan City, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Akhirnya, berangkat dari situ, kami milih, ngapain juga kami mainin standar jazz mereka, orang kita juga punya sendiri. Dan karena biar konsepnya lebih kuat juga kalau kami mainin lagu standar jazz juga, mainin lagu Indonesia juga, agak saru sih, maunya apa, jadi kami memutuskan, oke temanya Indonesia,” sambung Nesia.

Kendati awalnya membawakan lagu-lagu dari penyanyi terdahulu, akhirnya, sejak masuknya Yasintha ke dalam Nonaria di tahun 2016, mereka pun tergerak untuk membuat karya mereka sendiri.

“Dulu kami selalu meng-cover lagu orang, setelah itu kok nggak enak ya nggak punya karya sendiri,” ucap Nanin. “Jadi kami juga ingin punya karya kan dan ternyata diapresiasi banyak orang,” imbuh Nesia.

Nonaria Hidupkan Lagi Musik Lawas IndonesiaNonaria. Foto: Nugraha

Yasintha memang baru bergabung dengan trio tersebut sejak 2016, sebelumnya, formasi Nonaria diisi oleh Nesia dan Nanin serta seorang personel bernama Rieke yang kemudian pindah domisili ke Papua karena menikah.

Sepeninggal Rieke, Nonaria sempat vakum lama hingga Yasintha memutuskan untuk bergabung.

Ditanyai apa alasan Yasintha bersedia bergabung, ia pun menjawab, “Secara selara musik, saya cocok sama selera musik mereka berdua. Dulu saya juga pernah main sama mereka, oh lucu ya nih band, jadi pas diajakin, saya langsung, boleh deh.”

(srs/tia)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar