Nyaris Bangkrut Karena Masalah Keuangan, 7 BUMN Ini Mampu Bangkit Lagi

Posted on

JawaPos.com – Sebagai perusahaan yang bertugas melakukan restrukturisasi dan revitalisasi badan usaha milik negara (BUMN), PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA menyebut dari 11 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditangani terdapat sebanyak 7 BUMN kinerja keuangannya mulai membaik.

“Awalnya kan ini restrukturisasi. Setelah restrukturisasi, ada yang sudah cukup bagus dan ada yang masih dimonitor,” kata Direktur Utama PT PPA Henry Sihotang di Jakarta, Sabtu (26/5).

Tujuh perusahaan yang mulai sehat keuangannya adalah PT PAL (Persero) yang kini mempunyai banyak proyek, PT Nindya Karya (Persero) dan PT Djakarta Lloyd (Persero) yang kini mulai untung lalu ada PT Survey Udara Penas (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Varuna Tirta Prakasya (Persero) dan PT Primissina (Persero).

Asal tahu saja, PT Djakarta Lloyd (Persero) yang tadinya menjadi ‘pasien sakit’ PPA karena mengalami kerugian itu, saat ini membukukan laba bersih sebesar Rp 36,6 miliar di tahun 2017. Meningkat dari laba tahun sebelumnya Rp 29,7 miliar. Bahkan tahun ini sang Direktur Utama akan melakukan ekspansi dengan membeli kapal tunda.

Meski ada yang sembuh, ada pula BUMN yang belum mampu sehat kendati telah diberi berbagai macam resep. Seperti PT Iglas (Persero), PT Kertas Leces (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero) dan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero).

Sebabnya, beban utang yang ditanggung oleh empat BUMN itu lebih besar dibandingkan aset yang dimiliki. Saat ini PPA tengah berupaya untuk mencarikan investor masing-masing BUMN. Langkah ini diambil lantaran pihaknya tak mungkin lagi mengandalkan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN.

“Memang sangat berat seperti Merpati, Kertas Leces, Iglas, Kertas Aceh. Asetnya sudah nggak ada, kegiatan sudah berhenti. Tapi yang empat itu tetap kami yakin bisa dituntaskan,” tandasnya.

(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar