OJK Periksa Pefindo Terkait Gagal Bayar MTN SNP Finance

Posted on

JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pemeriksaan terhadap lembaga pemeringkat efek, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) terkait kasus gagal bayar Medium Term Notes (MTN) PT Sunprima Nusantara Pembiayaan atau SNP Finance.

“Kami masih mendalami hal itu,” kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Fakhri Hilmi di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (31/5).

Fakhri menjelaskan, pemeriksaaan tersebut terkait dengan metode penyematan peringkat yang dilakukan lembaga pemeringkat efek anak usaha PT Bursa Efek Indonesia tersebut. Hal itu terkait, basis data pemeringkatan. “Pemeriksaan tersebut in query sih,“ imbuhnya.

Fakhri menambahkan, tidak menutup kemungkinan Pefindo akan diberikan sanksi oleh regulator pasar modal tersebut jika ditemukan pelanggaran. “Tapi saat ini kami masih mendalaminya,” ucapnya.

Baca Juga :  Kembangkan Ekspor Kereta Api, INKA Gandeng Politeknik Negeri Madiun

Seperti diketahui, peringkat efek SNP Finance, periode Desember 2015 hingga November 2017 idA-/stable. Tapi pada Maret 2018, rating SNP Finance naik menjadi idA/stable.

Namun, Pefindo terburu-buru menurunkan rating SNP Finance sebanyak dua kali. Pertama, pada Mei 2018, peringkat diturunkan menjadi idCCC/credit watch negative. Kemudian, pada bulan yang sama, Pefindo kembali menurunkan peringkat SNP Finance menjadi idSD/selective default.

Pasalnya, SNP Finance sudah dua kali gagal memenuhi kewajiban membayar bunga MTN. Ada dua seri MTN yang bunganya belum dibayar. Pertama, bunga MTN V SNP Tahap II senilai Rp 5,25 miliar yang seharusnya dibayar pada Rabu (9/5). Kedua, bunga MTN III/2017 Seri B senilai Rp 1,5 miliar yang harusnya dibayarkan pada Senin (14/5). Jadi total kewajiban pembayaran bunga yang gagal dilaksanakan sebesar Rp 6,75 miliar.

Baca Juga :  Kemendag Amankan Dua Juta Batang Baja Tak Ber-SNI

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar