Opera ‘Ainun’ Dipersiapkan dengan Serius Selama 2 Tahun

Posted on
Jakarta – Tak bisa dipungkiri, kisah cinta BJ Habibie dan Hasri Ainun masih menjadi idola bagi sekelompok orang. Setelah sukses diangkat ke film, kali ini cerita tersebut akan dimainkan lewat opera.

Mengambil sudut pandang Ainun, diangkatnya kisah cinta tersebut menjadi opera rupanya juga memiliki tujuan lain. Yaitu akan menjadi salah satu bentuk pembuktian seni pertunjukan Indonesia pada dunia, yang kian berkembang.

“Karena opera itu suatu format baru dalam seni pertunjukan musik di Indonesia sudah cukup maju. Dan proses pembuatannya nggak mudah. Jadi kompleks gitu,” ucap Sapti M. Wahyudi, Ketua Perkumpulan Lima Dimensi Production (LiDi) sebagai promotor opera ‘Ainun’ kepada detikHOT, saat ditemui di Perpustakaan Habibie-Ainun, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/6/2018).

“Dan kita tertantang untuk membuktikan kepada dunia bahwa orang Indonesia itu mampu bikin opera. Opera itu belum pernah diciptakan di luar Eropa. Jepang, korea, India belum pernah. Kita bangsa Asia pertama,” sambungnya.

Tak ingin main-main, opera ‘Ainun’ sendiri sudah disiapkan selama dua tahun lamanya. Sapti berharap semoga pertunjukan drama yang akan berlangsung selama 135 menit itu bisa sukses terselenggara dengan baik pada harinya.

“Karena kita mencoba segala sesuatunya dengan cara detail sekali dan persiapan bener-bener. Kita serius sekali mempersiapkan ini. Kita mulai dari semua wajib membaca, kemudian dari novel kita bikin workshop. Siapa yang mau diangkat jadi Rudy dan Ainun,” tutur Sapti.

“Ternyata kita sepakat bahwa ingin menunjukkan perjalanan hidup Rudy Habibi tapi dari kacamata Ainun. Jadi akhirnya itu kita sepakat. Workshop dua bulan terus kita jadikan story book. Dan dari buku itu kita tonjolkan apa yang menarik. Kemudian kita mulai ciptakan melodinya kemudian skripnya,” pungkasnya.

Jika tak ada perubahan, opera ‘Ainun’ akan berlangsung pada 15-16 September 2018 di Teater Jakarta, kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) sebanyak 4 kali pertunjukan.

(hnh/dal)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar