OPINI: Madrasah Ramadan untuk Perbaikan Bangsa

Posted on

Oleh: Mohammad Muttaqin Azikin
Peneliti pada Ma’REFAT INSTITUTE/Makassar Research for Advance Transformation

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Berbagai persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah mengiringi perjalanan kita selama ini.

Meski sebagian sudah dapat teratasi, namun masih menyisakan sejumlah persoalan yang belum terselesaikan, kendatipun era reformasi telah lewat dua puluh tahun.

Salah satu ‘penyakit’ yang masih jadi momok dalam penyelenggaraan pemerintahan, adalah perlakuan pejabat publik yang terkait masalah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan lainnya.

Hal ini tentu sangat erat kaitannya dengan minusnya pembentukan karakter (character building) dan budaya, sebagai sebuah bangsa.

Lantas, apa sesungguhnya yang keliru di negeri ini? Boleh jadi benar, yang diujarkan oleh budayawan Radhar Panca Dahana dalam karyanya “Kebudayaan dalam Politik-Kritik Pada Demokrasi” yang menyatakan bahwa, begitu minornya posisi kebudayaan dalam semua jargon pembangunan modern saat ini, telah membuat bangsa ini jatuh pada titik terdalam jurang rusaknya karakter atau kepribadian.

Standar atau acuan moral dan mental bangsa kita yang selama ini membuat bangsa lain di dunia – selama lebih dari dua millennium – menaruh respek bahkan menjadikannya contoh, kini justru berbalik menjadi rasa malu, cemoohan atau bahan lelucon di kalangan masyarakat Internasional.

Pada sisi lain, secara statistik, negeri kita merupakan Negara Muslim terbesar di dunia. Idealnya, jumlah mayoritas tersebut, sejatinya memberikan dampak dan pengaruh yang luas terhadap berbagai upaya perubahan serta perbaikan.

Namun kenyataannya tidak demikian. Pada bukunya, “Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan”, Prof Dr Ahmad Syafii Maarif MA mengatakan, sudah sejak lama kita merisaukan kesenjangan yang parah antara jumlah mayoritas umat Islam Indonesia dan kualitas kehidupan mereka yang tertinggal jauh di buritan pada hampir semua bidang.

Oleh sebab itu, untuk melangkah ke depan, masalah kualitas ini harus mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari para pemimpin Islam Indonesia agar kesenjangan itu secara berangsur dan sadar dapat dipertautkan.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar