Pacu Ekonomi Daerah, Pemerintah Dorong Desa Kembangkan Produk Unggulan

Posted on

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengungkapkan kemiskinan terjadi karena masyarakat desa tidak memiliki kesempatan untuk memiliki usaha.

“Beberapa persoalan yang mengemuka diantaranya adalah masalah permodalan dan akses pasar yang lemah,” ujar Eko dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (20/5).

Dia mendorong desa menemukan produk unggulannya yang bersumber dari sumber daya lokal. Hal ini bertujuan agar sumberdaya yang ada di desa terpakai secara maksimal.

“Dengan memiliki satu komoditas unggulan yang menjadi fokus pengembangan dan bisa diproduksi dalam skala yang besar. Skala besar itu akan memudahkan desa mendapatkan pasar yang menguntungkan dan bisa bersaing,” ujar Eko.

Baca Juga :  Tak Niat Jualan Online, Ini Strategi Ramayana Genjot Penjualan

Selain itu, produk unggulan dapat mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi lainnya, sehingga mampu memberi kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi desa.

Data terbaru yang dirilis berdasarkan hasil survey Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mencatat sudah lebih dari 15.000 desa tertinggal yang naik status menjadi desa berkembang.

Hingga tahun 2017 lalu, dana desa yang disalurkan ke lebih dari 74 ribu desa telah berhasil membangun 123.145 kilometer jalan desa, 5.220 unit pasar desa, 26.070 unit kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 1.927 unit embung, dan 28.091 unit irigasi.

Baca Juga :  Buana Lintas Lautan Incar Dana Segar Rp 351 Miliar Dari HMETD

Selain itu, dana desa telah digunakan untuk membangun sarana air bersih sebanyak 37.496 unit, 5.314 unit Polindes, 18.072 unit PAUD, 11.424 unit Posyandu, 108.484 unit MCK, 38.217 kilometer drainase, dan 65.918 unit penahan tanah.


(nas/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar