Pemprov Sulsel edukasi pengguna medsos perangi “hoax”

Posted on

Makassar (Antaranews Sulsel) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui dinas komunikasi, informasi, statistik, dan persandian (KISP) mengedukasi ribuan pengguna media sosial (medsos) untuk memerangi berita bohong atau “hoax.”

“Kami memberikan edukasi kepada sekitar 1.500 orang, yang berasal dari komunitas mahasiswa dari sepuluh kampus di Makassar,” kata Kepala Dinas KISP Sulsel Hasdullah di Kota Makassar, Selasa.

Dalam program ini, kata dia, para mahasiswa diberi edukasi bagaimana menyeleksi informasi “hoax” serta memiliki daya tahan untuk mengeleminir dampak informasi negatif tersebut.

“Kami juga mengajak para pengguna dunia maya ini untuk beretika dan santun berkomunikasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, di era digital saat ini, akses informasi sangat mudah diperoleh. Informasi yang beredar, khususnya di dunia maya, seperti media sosial tak bisa dibendung. Dampak negatif dari fenomena tersebut, lanjutnya, adalah mudahnya informasi negatif yang dapat merugikan dan mengganggu peradaban bangsa beredar di media sosial.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Ini Imbauan GP Ansor Mamuju untuk Masyarakat

“Seperti berita-berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hate speech), fitnah, provokasi, sentimen sara dan tentu saja radikalisme yang bisa mengancam bagi nilai kebhinekaan dan kehidupan berbangsa bernegara, ini semua perlu diantisipasi melalui edukasi,” tuturnya.

Program ini, kata dia, adalah program yang berkelanjutan dan telah diselenggarakan sejak tahun 2017 dengan melibatkan tak kurang dari 1000 mahasiswa.

“Kami berharap para mahasiswa yang telah mengikuti program ini akan menularkan pengetahuan dan sikap mental anti “hoax” kepada orang-orang di lingkungan sekitarnya,” kata dia.

Baca Juga :  Buka Puasa HUT Kodam XIV Hasanuddin ke-61 Bersama Ribuan Anak Yatim



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar