Pemudik roda dua padati trans-Sulawesi di Majene

Posted on

Mamuju (Antaranews Sulsel) – Jalur Trans-Sulawesi, yakni antara Mamuju, Ibu Kota Provinsi Sulbar, menuju Kabupaten Majene dan Polman pada H-1 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Kamis dipadati pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua.

Pantauan Antara di Mamuju menunjukkan, arus mudik di jalur Trans-Sulawesi dari dua arah, baik dari selatan Kabupaten Polman dan Majene maupun dari utara, yakni Kabupaten Mamuju Tengah dan Mamuju Utara secara berlawanan menunjukkan peningkatan pada H-1 Idul Fitri.

Pada puncak arus mudik H-1 Lebaran, jumlah pemudik roda dua tampak mendominasi dibandingkan roda empat, seperti tampak jalur Trans-Sulawesi Mamuju, Mejene dan Polman sepanjang 200 kilometer.

Para pemudik tersebut merupakan warga yang mengadu nasib di Kota Mamuju dan ingin merayakan Lebaran bersama sanak keluarganya di kampung halamannya.

Baca Juga :  IYL: Pilgub Sulsel Bukan Pertarungan Partai Politik, Tapi Figur

“Perusahaan tempat kami bekerja meliburkan karyawan pada H-2 lebaran, makanya kami baru mudik pada puncak arus mudik Lebaran atau H-1 Lebaran ini,” kata Rusli, salah seorang pemudik di Mamuju.

Ia mengaku setiap Lebaran mudik ke kampung berkumpul bersama keluarga setelah mengadu nasib di Kota Mamuju.

Arus lalu lintas jalur Trans-Sulawesi tampak padat namun lancar, pemudik hanya terkendala kemacetan di sejumlah pasar tingkat kecamatan sepanjang jalur itu. Selain itu pada jalan rusak di sejumlah titik di Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.

“Hampir semua kecamatan memiliki pasar terletak di jalur Trans-Sulawesi ini, karena akan Lebaran, maka pedagang pembeli meningkat jumlahnya, karena padatnya transaksi penjual di pasar, apalagi kendaraan pengunjung pasar diparkir di pinggir jalan yang menghambat lancarnya arus lalu lintas,” katanya.

Baca Juga :  Status Hukum Juru Bicara DIAmi Ditentukan Usai Lebaran

Selain itu, lanjutnya, terdapat jalan rusak akibat longsor yang sulit bagi pemudik.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar