Penantian Investor Menunggu Kebijakan BI Untuk Selamatkan Rupiah

Posted on

JawaPos.com – Nilai tukar mata uang Garuda makin terseok-seok oleh perkasanya dolar Paman Sam. Bahkan, dipasar spot, rupiah nyaris menembus level 14.400. Tekanan pada rupiah tak terlepas dari imbas sentimen global akibat dari ketegangan sektor perdagangan global dan prospek kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).

“Nilai tukar rupiah  melemah terhadap Dolar yang secara umum menguat pada perdagangan hari Kamis,” kata Analis Forex time Lukman Otunuga, seperti diberitakan Jumat (29/6).

Menurutnya, keperkasaan dolar sangat berpengaruh dari prospek kenaikan suku bunga Fed dan ketidakpastian geopolitik. Sehingga, pelaku pasar terhadap mata uang berisiko pun melemah. “Rupiah tetap terancam terus melemah,” tuturnya.

Baca Juga :  Budiarso Pensiun, Sri Mulyani Lantik Dirjen Perimbangan Keuangan Baru

Ilustrasi mata uang Dolar AS dan Rupiah (DOK. ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)

Otuniga menilai, perhatian investor akan tertuju pada rapat kebijakan Bank Indonesia hari ini untuk melihat apakah Bank Indonesia akan kembali meningkatkan suku bunga acuan sebesar 25bps.

Pasalnya, Bank Indonesia telah melakukan dua kali kenaikan suku bunga di bulan Mei sebagai upaya untuk menyelamatkan Rupiah dari apresiasi Dolar serta menarik arus masuk modal.

“Karena depresiasi Rupiah terutama terjadi karena faktor eksternal, BI mungkin memperketat kebijakan lagi untuk membantu mata uang domestik,” tandasnya.

Baca Juga :  Ekonom Muda Ini Beberkan Terpuruknya Nilai Tukar Rupiah

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar