Penderita Diabetes Tipe II Bisa Alami Keringat Berlebih, Kenapa?

Posted on

JawaPos.com – Diabetes tipe II rentan dialami oleh orang-orang yang salah dalam pola makan. Biasanya mereka yang terkena diabetes karena mengalami obesitas. Meskipun tak menutup kemungkinan yang kurus pun terkena diabetes. Akan tetapi, orang dengan diabetes tipe II bisa mengalami keringat berlebih. Mengapa itu terjadi?

Dilansir dari The Express, Selasa (10/7), diabetes tipe II terjadi ketika tubuh tidak lagi dapat mengontrol kadar gula darah karena masalah dengan hormon insulin. Diabetes tipe II dapat menyebabkan keringat berlebih. Dikutip dari Healthline, situs web medis keringat dapat terjadi ketika kadar gula darah terlalu rendah yang menyebabkan hipoglikemia.

Baca Juga :  Raih Orgasme Dahsyat dengan 5 Variasi Posisi Woman on Top

Hipoglikemia atau gula darah sangat rendah terjadi ketika kadar gula darah kurang dari 70 mg/dL. Meskipun pada beberapa pasien diabetes gejalanya sudah dirasakan pada kadar gula darah masih di atas 70 mg/dL. 

Keringat yang terjadi tanpa efek apa pun dari olahraga atau cuaca panas. Keringat ini disebabkan oleh kelebihan adrenalin dan norepinefrin yang diproduksi oleh tubuh. Berkeringat hanyalah salah satu gejala gula darah rendah. Merasa lapar, kesemutan bibir, gemetar dan detak jantung yang cepat atau berdebar adalah tanda peringatan lain dari kondisi tersebut.

Gula darah rendah menyebabkan gejala yang berbeda untuk semua orang. Hipoglikemia bisa juga berkeringat di malam hari. Maka jangan remehkan keringat berlebih.

Baca Juga :  Saat Terkilir atau Keseleo, Begini Saran Dokter Spesialis Ortopedi | JawaPos.com

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar