Penerimaan Pajak dan Bea Cukai April 2018 Tumbuh Positif

Posted on

“Karena tahun lalu Januari-Maret masih ada Tax Amnesty. Apabila tidak menggunakan TA, pertumbuhannya 14,9 persen. Ini kalau tanpa TA lebih tinggi dari growth tahun lalu yang 13,3 persen,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (17/5).

Bahkan, dari penerimaan pajak non migas tanpa Tax Amnesty juga tercatat tumbuh dari 14,9 persen menjadi 15,8 persen. Jika dihitung berbarengan dengan Tax Amnesty, maka pertumbuhannya sebesar 12,6 persen.

“Kalau kita lihat, pelaporan SPT April 2018 dan terjaganya daya beli menjadi faktor penunjang,” tuturnya.

Sementara itu, dari sektor bea cukai juga mencatatkan kenaikan penerimaan sebesar 14,85 persen atau sebesar Rp 33,7 triliun. Tahun lalu penerimaannya hanya sebesar Rp 29,3 triliun.

Baca Juga :  Alhamdulillah, 3 Pekan Puasa BI Belum Terima Laporan Uang Palsu

“Jadi hampir sama dengan kenaikan total penerimaan perpajakan. Namun double digit solid penerimaan dekat 15 persen. Penerimaan PPh migas Rp 21,1 triliun relatif sama dengan tahun lalu Rp 20,9 triliun,” jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku senang atas capaian perpajakan pada April ini yang mencatatkan capaian positif kendati tak ditopang Tax Amnesty. Dia berharap hasil positif ini terus berlanjut hingga akhir tahun mendatang.

“Kalau kita lihat penerimaan perpajakan secara lebih detail, tren pertumbuhan penerimaan perpajakan kalau kita bersihkan faktor TA yang hanya satu kali, kita masih menunjukkan tren yang positif dan cukup tinggi,” tutupnya.

Baca Juga :  Wamen Arcandra Setujui Kontrak Blok Migas Senilai Rp 4 Triliun


(ce1/hap/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar