Pengalaman Menyentuh Andien di ‘Cahaya Dalam Sunyi’

Posted on
Jakarta – Bersama sejumlah penyanyi dan musisi lainnya, Andien Aisyah juga terlibat di proyek ‘Cahaya Dalam Sunyi’. Menyanyikan lagu yang berkisah tentang apa yang dirasakan oleh kaum tunarungu ketika malam takbiran tiba.

Dalam penggarapannya, Andien pun merasakan hal-hal yang menyentuh hatinya. Apalagi setelah ia mengetahui bahwa lagu tersebut melibatkan langsung orang-orang dari komunitas tuli.

“Pernah nggak sih komunitas tuli itu merasakan takbiran, kalau kita kan takbiran kita melakukannya dengan suasana yang beda, yang megah, terus orang benar-benar melakukannya bersama-sama, barengan, sementara komunitas tuli itu kan nggak,” ujar Andien memulai ceritanya.

“Jadi apa yang mereka rasakan ketika telah 30 hari berpuasa, mereka bilang mereka senang tapi ya sebatas senang, jadi bukan yang gembira, merayakan kemenangan, aku sampe merinding ceritanya, padahal kan itu kan intinya takbiran, menyambut 1 syawal dengan happy,” lanjutnya.
Selain rasa empati yang Andien rasakan, ia pun mengaku bahwa hatinya selalu bergetar setiap mendengar suara takbir.

“Selama proses itu yang paling menyentuh sebenarnya aku dengar takbiran. Aku dari dulu dengar takbiran kayaknya selalu ngerasanya terpanggil terus gitu. Kayaknya ada gelombang yang besar banget, yang membuat aku terpanggil,” ungkapnya.

Lagu ‘Cahaya Dalam Sunyi’ diproduseri dan ditulis oleh Archie Wirija, Rilla Lusiana, dan Ifa Fachir. Ada 33 penyanyi dan musisi yang terlibat dalam penggarapan lagu tersebut.

Selain Andien, Armand Maulana, Dira Sugandi, Vadi Akbar, RAN, Hivi!, Kunto Aji, Raisa, Rossa, Tompi, dan Alika, dan lain-lain juga ikut menyumbangkan suara.
(srs/wes)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar