Pengusaha angkutan di Mamuju siapkan 70 bus

Posted on

Mamuju (Antaranews Sulsel) – Pengusaha angkutan di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat telah menyiapkan 70 bus untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah penumpang pada arus mudik Idul Fitri 2018.

Penegasan itu disampaikan Bupati Mamuju Habsi Wahid kepada wartawan pada konferensi pers tentang kondisi stok pangan dan kamtibmas menjelang Lebaran, di Mamuju, Kamis.

Konferensi pers tentang kondisi stok pangan dan kamtibmas menjelang hari raya tersebut juga dihadiri Dandim 1418 Letkol Inf Jamet Nijo, Kapolres Mamuju Ajun Komisaris Besar Polisi Mohammad Rivai Arvan, serta Ketua DPRD Mamuju Siti Suraidah Suhardi.

“Kami sangat memahami kondisi dalam menghadapi Idul Fitri ini di mana arus transportasi tentu cukup tinggi karena ada yang mudik. Persiapan telah kami lakukan salah satunya dengan berkoordinasi kepada para pemilik armada bus di Mamuju,” kata Habsi Wahid.

Dari hasil koordinasi itu lanjut Bupati, para pengusana angkutan mengaku akan menambah bus dari hari biasanya yang hanya 50 unit menjadi 70 unit bus.

Penambahan bus itu lanjut dia, akan mulai dilakukan pada H-7 atau tujuh hari sebelum Idul Fitri hingga H+7 atau tujuh hari setelah Lebaran.

“Jadi, para pengusaha angkutan itu akan menyiapkan 70 unit bus mulai H-7 sampai H+7 untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah penumpang. Terkait adanya kenaikan harga tiket, tentu kami akan berkoordinasi dengan organda sebab penetapan harga tiket itu tidak boleh dilakukan sepihak, yakni hanya pengusaha. Jadi, kami akan koordinasikan terkait adanya informasi kenaikan harga tiket yang cukup tinggi itu,” terang Habsi Wahid.

Dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2018, frekuensi penerbangan di Bandara Tampa Padang kata Habsi Wahid, juga akan ditambah dari tiga menjadi empat penerbangan dalam sehari.

“Kalau pada hari biasa, penerbangan di Bandara Tampa Padang hanya tiga penerbangan dalam sehari dan dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah penumpang maka frekuensi penerbangan akan ditambah menjadi empat kali sehari,” tutur Habsi Wahid.

Begitu pula dengan jalur laut tambahnya, jika pada hari biasa jalur pelayaran dari Kabupaten Mamuju menuju Kota Balikpapan Provinsi Kaltim hanya dilayani satu kapal feri ditambah lagi satu unit kapal feri.

“Penambahan armada juga dilakukan pada tranportasi laut, dimana pada hari biasa hanya ada satu feri dan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dari Kota Balikpapan ke Kabupaten Mamuju sehingga akan ditambah satu lagi kapal feri,” terang Habsi Wahid.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar