Penjabat Gubernur Sulsel kunjungi korban kapal tenggelam

Posted on

Makassar (Antaranews Sulsel) – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Soni Sumarsono mengunjungi korban kecelakaan laut akibat tenggelamnya KM Arista di perairan Makassar yang dievakuasi di Rumah Sakit (RS) Angkatan Laut Jala Ammari dan Rumah Sakit Akademis Makassar, Rabu.

“Kami akan terus berkordinasi dengan pihak terkait, baik pemerintah Kota Makassar, Kepolisian dan Basarnas guna melakukan penyelidikan terkait sebab tenggelam, pencarian korban, pertolongan dan pemulangan korban meninggal dunia,” kata Soni usai mengunjungi para korban di rumah sakit tersebut.

Proses pemulangan dan penyerahan jenazah yang ada saat ini, kata dia, sedang dikomunikasikan dengan pihak keluarga untuk sesegera mungkin dipulangkan ke Pulau Barang Lompo, sembari menunggu cuaca membaik.

“Mayat kita usahakan sampai kembali di pulau, posisinya tidak dikafani dulu karena pihak keluarga meminta supaya dikafani di pulau. Asumsinya, karena kalau sudah dikafani tidak bisa disentuh kita bisa menerima permintaan keluarga tersebut,” ujarnya.

Soni berjanji akan memberikan jaminan sosial dan bantuan bagi para korban baik melalui Jasa Raharja dan santunan dari pemerintah. “Pemerintah Kota Makassar melalui Pak Wali Kota juga ada santunan namanya,” tegasnya.

Dari kejadian ini, Soni mengimbau agar baik warga pengguna atau pengusaha jasa transportasi laut untuk memperhatikan faktor-faktor keselamatan. Pihak pemerintah juga meningkatkan upaya untuk mencegah hal ini kembali terjadi melalui sosialisasi dan edukasi.

“Faktor yang penting adalah edukasi memberikan penjelasan kepada masyarakat nelayan pengguna perahu, pemilik perahu dan seterusnya. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan terkait mengenai keselamatan penumpang dan keselamatan berlayar, ini yang harus terus dilakukan kepada mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, kadang nelayan atau pengusaha jasa laut tidak punya hitungan kapasitas penumpang, belum lagi pelayaran yang tidak terdaftar secara resmi.

“Inikan tidak terdaftar dan tidak ada manifest penumpang, karena bukan kapal penumpang lewat jalur yang resmi. Hal ini yang menyulitkan posisi dalam rangka penganggulangan keselamatan penumpang. Setelah kejadian baru kita kalang kabut siapa nama dan siapa yang dicari,” ucapnya.

KM Arista tenggelam akibat dihantam ombak besar sekira pukul 12.45 WITA di Perairan Gusung Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. KM itu berangkat dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Barang Lompo.

Dari catatan pihak Polair Polres Pelabuhan Makassar dan Tim Basarnas Kota Makassar korban meninggal dunia hingga pukul 17.40 WITA sebanyak 13 orang dari perkiraan 45 orang penumpang dan 8 orang dalam proses pencarian.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar