Penjabat Gubernur Sulsel tegur Wali Kota Makassar

Posted on

Makassar (Antaranews Sulsel) – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono kembali memberikan teguran kepada Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, terkait euforia yang dilakukan pasca perhitungan cepat lembaga survei Pilkada Makassar yang memenangkan kolom kosong.

“Saya sudah menyampaikan teguran kepada bersangkutan karena tidak etis sebagai pejabat negara melakukan eforia kemenangan terhadap kolom kosong,” ujar Soni kepada wartawan di kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Kamis.

Menurut dia tidak sepantasnya wali kota melakukan eforia seperti itu, karena masih menyandang status pejabat negara. Sebab ada aturan yang masih mengikat terhadap dirinya, terlepas dari statusnya menjadi Calon Wali Kota petahana.

Selain itu, euforia yang berlebihan tersebut sebaiknya tidak dilakukan kembali, mengingat proses tahapan pilkada Wali Kota Makassar masing berlangsung penghitungan secara resmi di KPU Makassar.

Penghitungan cepat dilaksanakan lembaga survei, kata dia, belum bersifat final karena masih ada lembaga resmi negara yakni KPU sebagai penyelenggara pemilu yang berhak memutuskan siapa pemenang dalam Pilkada Makassar.

Meski demikian, papar Soni, setelah mendapat teguran, pria disapa akrab Danny Pomanto mengakui ada kesalahan dan mendengarkan teguran tersbut untuk tidak lagi melakukan perbuatan yang sama.

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | NH-Aziz Habiskan Rp30 M, Agus-TBL Rp5 M

“Sudah saya tegur dan Alhamdulillah pak Danny menyadari itu dan tidak ngeyel. Saya sampaikan apa yang dilakukannya melanggar aturan dan tidak semestinya pejabat negara melakukan itu,” ungkap mantan pejabat Gubernur DKI Jakarta ini.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, lanjut dia, tugasnya memberikan pembinaan kepada pejabat negara ketika melakukan pelanggaran.

“Tugas gubernur membawahi bupati dan wali kota membina serta memberikan peringatan. Konteksnya pembinaan itu melalui teguran. Kalau masih tetap tidak mendengar tentu teguran keras berupa tertulis sampai dijatuhkan sanksi,” tegasnya.

Terkait dengan euforia yang juga dilakukan pasangan tunggal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Munafri Arifuddin-A Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), juga mengkalim kemenangan, kata dia, sah-sah saja, kerena keduanya merupakan kontestan, berbeda statusnya dengan Danny Pomanto.

Mengenai dengan rendahnya partisipasi pemilih di Pilkada Makassar berdasarkan data Pemrov Sulsel mencapai 60,1 persen, Soni mengatakan, pertama hal itu terkait dengan banyaknya masyarakat memanfaatkan hari libur untuk rekreasi sampai lupa mencoblos.

Kemudian pada formulir C6 atau undangan masih ada yang dobel, serta tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena sudah pindah alamat.

Baca Juga :  PSM Makassar rahasiakan pengganti Shahar Ginanjar

“Kemarin saat pencoblosan saya memantau sampai sore, masyarakat antusias datang di TPS. Kurangnya pemilih datang ke TPS berdasarkan informasi saya terima, pemilih banyak pergi berlibur dan bikin acara di hari yang sama, ada juga sudah pindah alamat tapi namanya ada di undangan,” ungkap dia.

Sebelumnya, mantan kontestan Pilkada Makassar nomor urut dua yang di coret KPU Makassar melakukan eforia sambil sujud syukur di kediaman pribadinya di Jalan Amirullah Makassar bersama bekas timnya saat mengetahui kolom kosong menang versi hitung cepat mengalahkan mantan rivalnya Appi-Cicu.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar