Penjabat Gubernur Sulsel tugaskan Bappeda evaluasi BRT

Posted on

Makassar (Antaranews Sulsel) – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Soni Sumarsono menugaskan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel mengevaluasi program moda transportasi massal “bus rapid transit” (BRT).

“Sekarang saya menugaskan di bawah Bappeda, untuk mengoordinasi dan mengevaluasi titik lemahnya (program BRT) di mana, dan apa yang bisa diperbaiki,” kata Soni yang ditemui di Makassar, Senin.

Pihaknya, kata Soni, belum bisa berkomentar banyak mengenai program ini sebelum memperoleh informasi yang memadai dari Bappeda.

“Kami berharap jangan sampai BRT berhenti hanya karena penumpangnya sedikit,” ujarnya.

Sementara Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman menjelaskan tugas Pemprov Sulsel dalam program ini adalah penyediaan prasarana seperti jalur dan halte. Sedangkan tugas Kementerian Perhubungan adalah untuk sarana yakni bantuan bus, dan PT Damri yang bertugas melakukan operasional BRT.

Ia mengatakan dalam kurun waktu tiga tahun (2014-2017) pihak Pemprov Sulsel telah membangun halte dan marka untuk koridor 2, 3, dan 4.

“Total sudah ada 154 halte, dan 80 bus bantuan Kemenhub saat ini,” kata dia.

Sejumlah masalah, menurut dia, mengemuka dalam pengelolaan BRT oleh PT Damri yang tidak berjalan baik. Sejauh ini, lebih bnyak bus yang tidak jalan, karena kurangnya penumpang.

“Masalahnya cukup kompleks, selain subsidi, mungkin butuh integrasi antarmoda transportasi, dan sosialisasi lebih intens,” kata Jufri.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar