Penjabat gubernur: survei liar berpotensi timbulkan konflik

Posted on

Makassar (Antaranews Sulsel) – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Soni Sumarsono menilai hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga survei setelah pencoblosan justru berpotensi menimbulkan konflik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

“Yang bahaya itu adalah survei-survei liar,” kata Soni, di Makassar, Selasa.

Ia mencontohkan jika mulai jam dua siang hasil pemungutan suara dihitung, lalu satu jam kemudian ada lembaga yang mengumumkan pasangan tertentu menang, lalu lembaga yang lain mengklaim pasangan yang lain menang, hal ini berpotensi menimbulkan keributan.

Baca Juga :  Menara Eiffel ditutup saat final Piala Dunia 2018

“Kalau pendukung masing-masing sudah telanjur euforia, lalu merayakan, kemudian ternyata hasilnya tidak sesuai dengan penghitungan KPU, ini bisa ribut,” kata dia lagi.

Karenanya, ia mengimbau agar tidak ada hura-hura merayakan kemenangan oleh para calon kepala daerah dan pendukungnya, sebelum hasil penghitungan suara dirilis oleh KPU.

“Jadi yang sah adalah hasil penghitungan KPU,” ujarnya pula.

Pihaknya juga mengimbau agar para pihak yang terkait terus menyosialisasikan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni mendatang.

“Kita berharap tingkat partisipasi masyarakat minimal 77 persen, lebih baik dari tahun lalu,” kata dia lagi.

Baca Juga :  Maju DPD RI 2019, Pengamat Nilai Syaiful Saleh Punya Jaringan Kuat



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar