Penumpang Garuda Tak Sepadat Mudik Tahun Lalu, Ini Penyebabnya

Posted on

JawaPos.com – Meski telah melewati masa peak season pada Sabtu (9/6), Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury mengatakan tidak ada aktifitas penumpang yang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.

Pahala menuturkan Kementerian Perhubungan telah memprediksi lonjakan jumlah penumpang transportasi udara sebesar 10 persen. Sementara Garuda Indonesia menambah kapasitas dari 45 persen hingga 50 persen.

“Menurut kemenhub tahun ini ada peningkatan 10 persen, total kapasitas kami 45-50 persen. Secara visual tak ada aktifitas yang lebih meningkat dibandingkan tahun lalu,” kata Pahala ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (11/6).

Dia menuturkan penyebab tak ada peningkatan yang terlalu signifikan bukan lantaran tidak lakunya tiket yang dijual melainkan adanya libur bersama yang lebih panjang.

“Tahun ini (liburnya) ada 8 hari, sedangkan tahun lalu 3 hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Songsong Asian Games, MRT Rapikan Ruas Jalan Sudirman

Libur bersama yang panjang juga membuat tumpukan penumpang di Terminal 3 Soetta menjadi lebih sedikit dibandingkan peak season tahun lalu. 

Tahun lalu, Garuda melakukan penambahan kursi sebanyak 107.000 selama periode peak season sedangkan tahun ini ada 160.000 kursi tambahan per hari.

Adapun, Pahala menambahkan selama periode peak season dari 8 Juni – 24 Juni nanti ada 2.550.000 kursi yang disiapkan oleh Garuda Indonesia dan Citilink, dimana Garuda Indonesia porsinya 1,2 Juta kursi.

Pada periode peak season Lebaran 2018, Garuda Indonesia Group menyiapkan sedikitnya 160 ribu kursi penerbangan ekstra untuk mengantisipasi peningkatan trafik penumpang selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2018, yang diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 8 Juni 2018 hingga 24 Juni 2018 (H-7 s/d H+9) baik untuk rute domestik dan internasional. 

Baca Juga :  Habis Mudik Terbitlah Utang, Ini Cara Mencegahnya

Untuk kapasitas penerbangan tambahan terdiri dari 768 frekuensi penerbangan tambahan yaitu 480 penerbangan Citilink dan 288 penerbangan Garuda Indonesia. Kapasitas tambahan tersebut meningkat sebesar 45 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar 107.750 kursi. 

 

(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar