Penumpang Kapal Pelni Mengalami Penurunan Dalam 5 Tahun, Nih Angkanya!

Posted on

Penurunan ini berlanjut hingga 2016 dimana tercatat 586.322 orang dan pada 2017 menjadi 573.944 orang. Begitupun dengan penumpang angkutan lebaran hampir setiap tahun cenderung turun.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang, O.M. Sodikin mengatakan dari 91 pelabuhan tercatat ada 10 pelabuhan dengan embarkasi tertinggi pertama Cabang Makasar 50.989 pelanggan, Surabaya 36. 555 pelanggan, Balikpapan 34.448 pelanggan, Baubau 28.731 pelanggan, Ambon 25. 846 pelanggan, Pulau Batam 24.830 pelanggan, Sorong 24.534, Kumai 21.236 pelanggan, Jayapura 20.357 pelanggan dan Manokwari 18.722 pelanggan.

Adapun, Pelni membagi tiga cluster pelayanan, diantaranya wilayah barat terdiri dari Tanjung Priok, Tanjung Pandan, Pontianak, Batam, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Belawan, Pulau Natuna, Semarang, Surabaya, Sampit, dan Kumai. Wilayah tengah terdiri Makasar, Baubau, Balikpapan, Nunukan, Tarakan, Pare-pare, Bima, Labuan Bajo, Lewoleba dan Kupang.

Baca Juga :  Bagi yang Mau Nukar Uang Baru, BI Buka di Jalur Mudik Ini

Untuk wilayah timur, terdiri dari Ambon, Banda Neira, Namlea, Ternate, Tual, Sorong, Manokwari, Biak, Serui, Nabire dan Jayapura. Komposisi penumpang wilayah barat 39 persen, wilayah tengah 43 persen dan wilayah timur 19 persen.

Sementara itu, Direktur Armada Tukul Harsono menambahkan untuk mengantisipasi permintaan, Pelni melakukan rerouting ke ruas-ruas padat penumpang, diantaranya untuk wilayah barat Batam-Belawan, Kumai-Semarang, Sampit-Semarang, Kumai-Surabaya, Sampit-Surabaya dan Balikpapan-Surabaya.

“Kami tidak menambah armada namun menambah frekuensi pada ruas padat penumpang dengan mererouting kapal,” terang Tukul Harsono di Jakarta, Jumat (18/5).

Baca Juga :  JawaPos.com | Selalu Ada yang Baru


(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar