Perang Dagang Masih Beri Sentimen Negatif, Rupiah Berpotensi Melemah

Posted on

JawaPos.com – Tidak bergemingnya laju Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di tengah sentimen positif dari dalam negeri membuat laju Rupiah dapat berpotensi kembali melemah.

Apalagi, menurut analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, laju USD masih berpotensi kembali menguat seiring masih adanya kekhawatiran terjadinya perang dagang AS-Tiongkok dimana Presiden Trump tidak berhenti menyerukan pembatasan impor dan masuknya perusahaan Tiongkok ke AS melalui kebijakan tarifnya.

Meski laju Rupiah berpotensi mengalami pelemahan namun, diharapkan dapat terbatas untuk mencegah pelemahan lebih dalam yang akan membuat pelaku pasar makin khawatir.

“Adapun Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support 14.185 dan resisten 14.167,” ujarnya di Jakarta, Rabu (27/6).

Reza menjelaskan, pergerakan Rupiah kembali melemah di tengah sejumlah sentimen positif dari dalam negeri. Pergerakan USD yang kembali menguat seiring sikap pelaku pasar yang masih khawatir akan potensi terjadinya perang dagang AS-Tiongkok berimbas pada laju Rupiah yang kembali terdepresiasi.

“Adanya pernyataan dari Menkeu, Sri Mulyani, terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua dapat mencapai 5,2 persen lebih baik dari periode kuartal pertama sebesar 5,06 persen, pelaksanaan APBN yang berjalan dengan baik, serta momentum pertumbuhan ekonomi yang akan tetap dijaga tidak juga berpengaruh besar pada pergerakan Rupiah yang lebih merespon kondisi global,” tandasnya.

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar