Perbedaan Timnas U-19 Indonesia Sekarang dengan Era Evan Dimas

Posted on

“Pasti (menguntungkan), hampir semua pemain sudah ikut klub, berkompetisi. Mayoritas di Liga 1,” kata Indra, usai memimpin latihan tim nasional U-19 di Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (21/5) sore.

Sudah seharusnya, klub menjadi pemain mudanya lebih matang. Untuk kemudian, mempermudah tim nasional dalam memilih amunisinya.

“Era Evan Dimas itu bedanya. Evan Dimas itu era tim nasional yang bikin pemain, klub yang menikmati. Harusnya terbalik. Klub yang bikin pemain, tim nasional yang ambil pemain,” ujarnya.

Ia juga lebih menekankan dalam skuadnya yang akan ikut turnamen Piala Asia diisi oleh pemain yang sudah matang. Otomatis persiapan dalam pembentukan tim pun tak butuh lama.

“Jadi kenapa kami tidak TC (Training Camp) lama-lama. Harus yang seperti sekarang ini, dia harus bermain di klub. Berkompetisi di klub,” kata dia.

Dalam latihan yang digelar pada Senin (21/5) tim sudah masuk dalam tahap taktikal. Hampir seluruh kekuatan sudah bergabung, tinggal 2-3 pemain saja. Salah satunya adalah, Egy Maulana Vikri dari klub Lechia Gdansk di Polandia. “Egy besok baru bergabung,” katanya.

Al Rizqy Dwi Prananda, 17, pemain dari Bogor FC yang mengikuti TC ini mengaku, memang latihan dengan diasuh oleh Indra Sjafri intensitasnya cukup tinggi. Namun, ia tetap yakin bisa bersaing di dalam skuad untuk mendapatkan tempat inti. “Meski puasa, ini intensitas latihannya cukup tinggi,” ucapnya.


(dho/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar