Peringati Hari Pancasila, Slank Manggung di UGM Yogyakarta

Posted on
Jawa Tengah – Grup musik Slank memeriahkan hari lahir Pancasila di Yogyakarta. Band yang dinahkodai Bimbim, Kaka, Ridho, dan Ivanka tersebut manggung di konser ‘Indonesia Damai’ di Lapangan Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pengamatan detikcom, ribuan slankers sudah memadati Lapangan Pancasila UGM sejak Jumat siang. Banyak dari mereka membawa bendera Slank dan memanggil nama-nama personil Slank.

Di tengah panasnya terik matahari, ribuan slankers masih tetap setia menunggu penampilan idola mereka. Hingga akhirnya Slank naik panggung yang diiringi teriakan histeris dari para penggemarnya.

“Buka baju kaka,” teriak salah satu slankers saat vokalis band tersebut naik ke atas panggung panggung.

Dalam konser tersebut banyak lagu yang dibawakan Slank, seperti mars slankers, garuda pancasila, ngindonesia, Jakarta meledak lagi, I miss you but I hate you, virus, dan beberapa lagu lainnya.

Selain disisi penampilan Slank, Konser Indonesia Damai tersebut juga diselingi orasi kebangsaan dari sejumlah tokoh. Di antaranya dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif.

Selain kedua tokoh tersebut juga tampak Rektor UGM Yogyakarta Panut Mulyono, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi, dan putri pertama Sri Sultan HB X yakni GKR Mangkubumi atau Gusti Raden Ajeng Nurmalita Sari.

Dalam orasinya, Sri Sultan menegaskan bahwa hari ini merupakan hari penting dan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebab, pada tanggal 1 Juni 1945 lalu Pancasila lahir dan kemudian menjadi rumah bersama bagi masyarakat Indonesia.

“Kemudian tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila menjadi rumah kita bersama,” jelas Raja Keraton Ngayogyakarta tersebut, Jumat (1/6/2018).

Sultan mempertanyakan kenapa Pencasila yang sejatinya ideologi bangsa justru diusik. Menurut Sultan banyak pihak yang menduakan hati dari Pancasila.

“Mengapa pancasila selalu disulut ancaman radikalisasi dan intoleransi,” ucapnya.

Sementara Syafii Maarif menjelaskan, sebagai ideologi negara masih ada sila di dalam Pancasila yang harus diperjuangkan. Terutama sila kelima yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kemudian terkait dengan pasal 33 (ayat 3) UUD 45, yang bunyinya adalah bumi dan air dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tutupnya.

(Usman Hadi/nu2)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar