Periode Aman Bagi Ibu Hamil untuk Berpuasa Ramadan

Posted on

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kehamilan merupakan kondisi khusus yang hanya dihadapi oleh perempuan dan menjadi ujian yang sangat menegangkan bagi seorang perempuan.

Direktur RS Ibu & Anak ST Khadijah 1, Dr dr Nasrudin, SpOG, MARS mengatakan, banyak perubahan terjadi selama kehamilan berlangsung, baik psikis maupun fisik.

Berpuasa bagi umat Islam dan beberapa agama dipercaya sebagai salah satu media pembersihan diri guna mendekatkan diri dengan sang pencipta.

Karenanya, semua orang dari berbagai usia, ras, dan jenis kelamin berlomba-lomba untuk tekun menjalankan ibadah puasa khususnya di bulan ramadan bagi umat muslim.

Baca: Doa Makan Sahur dan Niat Puasa Ramadhan yang Benar, Silakan Baca

Namun, bagaimana halnya bila seorang perempuan yang sedang hamil berkeinginan untuk turut mencapai hidayah Tuhan dengan memenuhi kewajibannya menjalankan ibadah puasa.

“Manfaat puasa pada kehamilan bervariasi tergantung dari kondisi tubuhnya masing-masing,” kata Nasrudin yang juga Wakil Dekan 1 Fakultas Kedokteran UMI, Sabtu (19/5/2018).

Bagi ibu hamil yang ingin berpuasa baiknya konsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi fisik, keadaan kandungan dan janin serta keadaan kesehatan.

Dalam Islam, periode aman berpuasa bagi wanita hamil pada trisemester 1 dan 2 (di 4 6 bulan) dan kemudian tergantung pada kesehatan wanita hamil serta ada izin dan pengawasan dari dokter kandungan.

Baca: Tahun Lalu Tak Ada Tradisi Buka Puasa di Gedung Putih, Bagaimana Tahun Ini Mr Trump?

Perempuan hamil dan menyususi harus betul-betul mendapat perhatian susunan dietnya, terutama mengenai jumlah kalori, protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu.

Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, partus prematurus, inertia uteri, perdarahan pasca persalinan, sepsis puerperalis, dan lain-lain.(*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar