Persija Vs Persib Sarat Gengsi Karena Ego yang Suka Kebencian!

Posted on

JawaPos.com – Bambang Pamungkas menyoroti laga panas Persija Jakarta vs Persib Bandung yang akan tersaji di Stadion PTIK, 30 Juni mendatang. Menurutnya laga tersebut panas karena ego soal kebencian.

Laga ini memang selalu dinantikan tiap musimnya. Pertarungan tersebut acap dijuluki sebagai laga bigmatch, lebih kepada perseteruan di luar lapangan. Seperti diketahui suporter dari kedua klub punya hubungan tak harmonis sejak beberapa tahun terakhir.

Sebenarnya, menurut pemain yang karib disapa Bepe itu Persija vs Persib bukan laga klasik. Persija melawan PSMS Medan merupakan pertandingan El Clasico Indonesia sebenarnya.

“Saya tentu memiliki alasan mengapa menilai Persija Vs Persib bukanlah laga klasik. Jangankan diberi label ‘Laga Klasik’, kedua tim disebut ‘Rival’ saja rasanya kok juga kurang pas. Mengapa demikian?,” tulis Bepe di Bambangpamungkas20.com.

Baca Juga :  Cak Nun Dambakan Indonesia vs Malaysia di Final Piala AFF U-19 2018

“Dari apa yang saya tahu (silakan dikoreksi jika salah), rekor penonton terbanyak di liga Indonesia terjadi pada final kompetisi perserikatan antara PSMS Medan melawan Persib Bandung, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pada hari sabtu, tanggal 23 Februari 1985. Jumlah penonton ketika itu diperkirakan mencapai 150 ribu orang,”lanjut Bepe.

Bepe menggarisbawahi laga tersebut memang sarat gengsi. Namun gengsi itu muncul karena nafsu soal emosi dan kebencian saja.

“Saya lebih setuju jika Persija Vs Persib diberi label laga “Sarat Gengsi”. Iya sarat gengsi dan ego dari mereka yang suka memelihara kebencian dalam hati mereka, dan mendapat keuntungan dari perseteruan yang terjadi di luar lapangan,” tandas Bepe.

Baca Juga :  Gagal di Piala Dunia, Ozil Malah Dapat 'Hadiah' dari Arsenal

(ies/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar