PILU! 11 Pesan Siswi 16 Tahun yang Tewas di Kos, Tulis Nomor dan Masukkan Kartu Penting di Amplop

Posted on

TRIBUN-TIMUR.COM – Entah apa yang ada di dalam fikiran siswi berusia 16 ini.

EPA (16) ditemukan tewas bunuh diri di kamar kos, Jl A Yani, Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa (29/5/2018).

Siswi yang baru lulus SMP tahun ini ditemukan tewas dengan cara menggantung di pintu kamar kos.

 Jasad EPA pertama kali ditemukan menggantung di pintu kamar oleh Mariani. Tubuh Mariani langsung lemas begitu melihat anak asuhnya meninggal dengan cara tragis.

Mariani merupakan pengasuh EPA sejak kecil. Mariani ikut tinggal di tempat kos bersama EPA.

Baca: Bahtiar Maddatuang: UU nomor 22 Tak Perlu Direvisi

Baca: SMAN 1 Maiwa Enrekang Bakal Reuni Akbar, Ada Parodi Dilan 1993 Lho!

Baca Juga :  FPI Sulsel dan Tim Mabes Polri Dukung Pemilu Damai

Baca: Citilink Indonesia Buka Rute Yogyakarta-Makassar, Target Keterisian di Atas 83%

Sedangkan rumah orang tua EPA berada di Kelurahan/Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Setelah lulus SD, EPA melanjutkan di salah satu SMP negeri di Kota Blitar. Lalu, EPA tinggal di tempat kos di Jl A Yani bersama pengasuhnya, Mariani.

Mariani mengatakan, sebelum gantung diri, EPA sempat memintanya untuk membelikan nasi. Mariani sempat bilang ke EPA kalau warung makan masih tutup. Dia meminta EPA menunggu sebentar sampai warungnya buka. Tetapi, EPA memaksa Mariani untuk membelikan nasi di warung.

Mariani pun berangkat membelikan nasi di warung.

Baca Juga :  Rektor Unhas berbagi kepemimpinan perempuan di AS

Mariani agak lama mencari nasi karena kebanyakan warung tutup pada siang hari saat Ramadan.

Setelah dapat nasi, Mariani kembali ke kamar kos. Sesampai di kamar kos, Mariani terkejut melihat tubuh anak asuhnya menggantung di pintu kamar kos.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar