Polda Sulsel: kesadaran gunakan jaket keselamatan rendah

Posted on

Makassar (Antaranews Sulsel) – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyatakan tingkat kesadaran masyarakat menggunakan standar keamanan seperti jaket keselamatan (life jacket) saat berlayar masih sangat rendah.

“Standar keamanan memang penting, tapi kadang masih banyak yang mengabaikannya karena menganggap dekat dan sebagainya,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan dampak dari abai penggunaan standar keamanan saat berlayar yakni adanya korban tewas ketika Kapal Motor (KM) Arista karam setelah dihantam ombak.

Dicky menyatakan saat para korban ditolong dan dievakuasi tidak ada satu pun penumpang yang menggunakan standar keselamatan berlayar baik penumpang maupun nakhoda kapalnya.

“Umumnya yang selamat adalah mereka yang bisa berenang dan itu pun cepat ditolong oleh tim SAR. Yang meninggal ini adalah mereka yang tidak bisa berenang,” katanya lagi.

Dia mengaku jika jaket keselamatan/pelampung (life jacket) sama pentingnya dengan helm yang dipakai para pengendara roda dua. Hanya saja, tempat digunakannya berbeda.

Dicky menyatakan jika helm digunakan di darat, sedangkan jaket keselamatan dipakai di lautan atau di sungai. Jaket keselamatan dan helm memiliki fungsi yang sama untuk perlindungan.

“Ini hal kecil, tapi sangat besar artinya. Kalau di darat helm sudah menjadi kewajiban bagi para pengendara bermotor dan harusnya di laut atau sungai life jacket juga menjadi kewajiban,” katanya lagi.

Dia menuturkan, jika negara-negara maju di dunia sudah menjadikan jaket keselamatan sebagai alat standar keamanan untuk digunakan ketika di laut maupun di sungai.

“Hanya di Indonesia yang kurang memahami ini. Di luar negeri, di negara-negara maju, mereka tidak akan berangkat naik kapal kalau tidak ada life jacketnya,” ujar dia.

Sebelumnya, kapal penumpang yang membawa 40 orang berlayar dari Pulau Barang Lompo menuju daratan untuk membeli kebutuhan Idul Fitri 2018. Namun saat penumpang akan kembali ke pulau sekitar pukul 12.45 WITA, kapal yang sudah berada di tengah lautan itu dihantam ombak dan langsung karam.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar