Polemik Pencopotan Massal, Camat Nonaktif Mulai Diminta Klarifikasi Tim Lima

Posted on

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai mengusut kasus pencopotan massal camat di Pemerintah Kota Makassar.

Setelah dibentuk Tim Lima, oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Sumarsono, tim tersebut langsung gesit melakukan penelusuran atau mencari fakta.

Koordinator Tim Lima Andi Heri Iskandar yang juga Asisten 1 Pemprov Sulsel mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi kepada pihak Pemkot Makassar, termasuk camat yang dipecat.

“Setelah diperintahkan pak Gubernur, kami langsung bergerak, mencari fakta tentang pencopotan massal yang dilakukan Wali kota Makassar Danny Pomanto. Ini menjadi perhatian publik,” ujar Andi Heri.

Ia menambahkan hasil klarifikasi ini akan dilaporkan kepada Pj Gubernur Sulsel Sumarsono, yang sifatnya rahasia.

Baca: VIDEO: Dengar Camat Dicopot Massal, Ini Reaksi Pj Gubernur Sulsel

“Danny sudah, Camat juga sudah. Maaf kami tidak bisa beberkan hasilnya. Nanti dirilis oleh Gubernur ya,” ujar Andi Heri.

Terkait dengan apa sanksi yang akan diberikan kepada Danny jika ada kekeliruan dalam pencopotan ini, ia tambahkan akan dilakukan oleh Pj Gubernur Sulsel yang juga Dirjen Otoda Kemendagri RI.

Sebelumnya telah diberitakan, bahwa Soni sapaan Pj Gubernur Sulsel, telah mengeluarkan Surat Perintah Elektronik (SPE Gubernur) mengusut pencopotan Camat di Pemkot Makassar.

Kepada tribun-timur.com, Soni mengatakan bahwa surat tersebut berisi tentang perintah Pj Gubernur kepada Tim Lima.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar