Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Mayat Wanita dalam Kardus di Medan

Posted on

MEDAN – Identitas mayat dalam kardus yang ditinggalkan di atas sepeda motor Honda Scoopy di Jalan Karya Rakyat, Medan, Rabu (6/6/2018), terungkap. Korban diidentifikasi bernama Rika Karina (21).

Berdasarkan identitasnya, perempuan mungil dan cantik ini keturunan Tionghoa Muslim ini bernama Huang Lisya yang beralamat di Bandar Labuhan, Tanjung Morawa, Deli Serdang. Korban merupakan pekerja di grosir kosmetik di SUN Plaza Medan.

Korban bekerja di grosir kosmetik selama hampir 4 tahun. Ia diketahui tinggal di Perumahan Malibo, Marelan. Hal itu diketahui polisi setelah mengidentifikasi identitas korban dan data kendaraan yang dibawanya.

Berdasarkan temuan itu, polisi langsung mendatangi kediaman korban termasuk sanak saudaranya yang beralamat di Jalan Sutrisno, Gang Rukun I, Kelurahan Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area.

“Tadi malam sekitar jam 3 pagi, rumah saya didatangi polisi, mereka menunjukan foto korban, tapi fotonya gak begitu jelas,” kata Kartini (54), yang merupakan kakak kandung ibu korban saat ditemui di rumah pusaka keluarga (rumah nenek korban) di Jalan Tanggung Bongkar 9, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai, Rabu (6/6/2018) sore.

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | Tak Ada Lagi Sidang di PN Makassar

Kartini yang mendengar kabar itu, mengaku sempat syok, lemas hingga pingsan. Kabar pasti kembali didapat keluarga korban setelah polisi kembali mendatangi keluarga korban Rabu pagi.

“Sekitar jam 8 pagi, polisi datang lagi dan menunjukan dengan jelas foto korban. Kami diberitahu jasad korban sudah di RS Bhayangkara Medan,” sambungnya.

Setelah memastikan hal itu merupakan keponakannya, Kartini bersama anaknya, Devi (27) yang merupakan pemilik Grosir Kosmetik beserta bapak kandung korban, M Awali dan ibunya Sarinah, guna membawa jasad korban pulang ke rumah duka di kediaman neneknya di Jalan Tanggung Bongkar 9 Medan Denai. Keluarga menyebut, ada banyak bekas luka di tubuh korban.

Pada tubuhnya juga terdapat luka sayatan benda tajam dikedua nadi tangan serta di bahagian urat leher kiri dan kanan, juga di bagian wajah hingga mulut rusak berlumur darah. Disamping itu, keluarga korban juga mengaku kalau korban kehilangan uang hampir Rp5 juta beserta HP merk Vivo V7 yang biasa digunakan korban.

Baca Juga :  KPAI Turunkan Tim Pengawasan Kasus Oknum Guru Cabul di SDN Depok

“Banyak bekas luka ditubuh korban, tapi polisi mengaku anak kami tidak diperkosa. Sedihnya, korban dilipat sedemikian dan di masukan ke dalam kardus berukuran kecil,” tutur keluarga korban dengan sedih.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar