Politisi NasDem Terbitkan Buku “Corat-Coret di Kaki Langit”

Posted on

MAKASSAR – Namanya Muhammad Rajab. Seorang wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 2014-2019 dari Fraksi NasDem. Wakil rakyat ini punya segudang kesibukan berdialektika demi kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat di Sulawesi Selatan.

Boleh dibilang Muhammad Rajab menjadi sosok wakil rakyat istimewa karena mampu memanifestokan keresahan hidup yang lewat sebuah karya tulisan. Dengan sentuhan tangan dan imajinya, Rajab memulai menulis dan menghasilkan buku pertamanya berjudul “Dasi Sang Presiden”, dengan tebal 308 halaman yang memuat berbagai macam tema seperti agama, sosial, politik, dan pemerintahan.

Setelah dilaunching, buku tersebut berhasil menyita perhatian publik, dan kali ini, Politikus Partai NasDem Sulawesi Selatan itu kembali akan merilis buku dengan judul “Corat-Coret di Kaki Langit dan Esai-Esai Lainnya”, sebuah esai keresahan hidup yang dikumpulkannya mulai tahun 2016 lalu.

Kutipan Rajab dalam buku Corat-Coret di Kaki Langit dan Esai-Esai Lainnya menuliskan, bahwa dalam tingkatan dan kedudukan apapun dalam hidup ini, masalah akan senantiasa datang silih berganti. Jika kita hidup dalam balutan kemiskinan, tentu saja masalah yang dihadapi seputar pemenuhan kebutuhan hidup. Sementara ketika kita hidup berkecukupan harta, masalah hubungan kekerabatan, ataukah masalah utang piutang yang akan datang menghampiri.

“Jadi tidak ada manusia yang terbebas dari masalah. Manusia diciptakan untuk menyelesaikan masalah hidupnya dengan panduan dariNya,” kata dia.

Muhammad Rajab mengungkapkan, tulisan esainya yang terkumpul dalam buku Corat-Coret di Kaki Langit dan Esai-Esai Lainnya, adalah sebagian besar ia tulis kisaran tahun 2016 yang lalu. Setahun lebih mengendap. Tapi, air yang diendapkan itu secara perlahan bisa memisahkan air dan lumpur yang menyertainya.

“Menulis dengan ragam aktivitas seperti ini memang sangat sulit untuk dilakoni. Selain karena faktor sulitnya menemukan ide, faktor yang lain adalah tidak mudahnya mood untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan,” ungkap Rajab.

Rajab mengungkapkan, ketika buku pertamanya terbit “Dasi Sang Presiden”, seorang karib menantangnya untuk segera melahirkan adik kandung dari buku itu. Tantangan itu membuat dia memaksa diri untuk selalu menyiapkan waktu membuat tulisan apa pun agar suatu waktu bisa dikumpulkan untuk diterbitkan menjadi buku.

“Mungkin kumpulan esai ini merupakan hal sepele bagi orang lain, tapi bagi saya, buku ini merupakan proses dokumentasi atas tulisan-tulisan dan tentunya pikiran atau renungan saya,” cerita M Rajab bagaimana motivasi sehingga menghasilkan kumpulan esai yang akhirnya bisa menjadi sebuah buku.

Dalam buku kedua itu, juga termaktub pandangan Ketua Garda Wanita Partai NasDem Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi. Cicu sapaan akrabnya, menilai bahwa buka kedua dari M Rajab tak sekedar corat-coret.

Menurut Cicu, tulisan Rajab ini ibarat membaca pengalaman dari seorang insan yang telah banyak mendulang inti sari dari kehidupan. Ketika zaman banyak bertumpu kepada peredaran informasi yang begitu cepat, Rajab lebih memilih tulisan sebagai alat rekamnya.

“Tentu ini satu pekerjaan yang membutuhkan banyak kepekaan dan perhatian dari kesibukannya selama ini. Dari sisi ini Kakak Rajab telah berperan lebih, mengingat tugasnya sebagai seorang wakil rakyat. Kerja produktif dari Kakak Rajab ini, karena menggunakan bahasa yang ringan, dan diulas dengan cara apa adanya, membuat pembaca lebih mudah mengomsumsinya. Lebih dari semua itu, buku ini bukan sekedar corat coret,” tanggap Cicu.

Tentang Muhammad Rajab

Muhammad Rajab, Lahir di Masamba,5 Juni 1977. Menikah dengan Rukina tahun 2002 dan dikarunia lima (5) orang anak.

Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) dan Magister llmu Hukum dari Universitas Muslim Indonesia. Pernah menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa UNCP 1999-2001, Ketua Umum HMI Cabang Palopo (2001-2002) dan Ketua Komisi Politik PB HMI (2005-2007). Selain itu, ia juga aktif di organisasi BKPRMI Luwu Utara dan ICMI Muda Luwu Utara.

Di usia 25 tahun ia terpilih sebagai angota KPU Luwu Utara bersama dengan empat orang lainnya. la tercatat sebagai anggota KPU termuda se-Luwu Raya (2003-2008). Periode berikutnya, ia menjadi Ketua KPU Luwu Utara (2008-2013).

Saat ini, ia beraktivitas sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fraksi Partai NasDem (2014-2019). la pernah pula menjadi Ketua DPD NasDem Luwu Utara (2014-2015). Di Partai NasDem, ia diberi amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi DPW NasDem Sulsel, Koordinator Daerah Luwu Raya, dan Plt. Ketua DPD NasDem Kota Palopo. (*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar