Program Penenggelaman Kapal Asing Oleh Menteri Susi

Posted on

Susi mengatakan banyak orang yang kemudian menganggap kata ‘Tenggelamkan!’ itu menjadi sebuah sensasi atau dianggap jokes yang menghibur bangsa. Kata-kata Tenggelamkan! kemudian memberikan fascinating kepada orang-orang yang memakainya.

“Misal tidak salat jumat tenggelamkan, tidak puasa tenggelamkan, tidak apel Hari Minggu tenggelamkan,” kata Susi di kantornya, Jakarta, Senin (21/5).

Namun, dijelaskan Susi, terlepas dari hal itu kata tenggelamkan bukanlah sebuah sensasi belaka apalagi sebuah jokes. Lebih dari itu, menenggelamkan kapal asing adalah sebuah aksi yang luar biasa serius. Hal itu berangkat dari sebuah program yang mengubah tatanan perikanan dan peta perikanan bukan saja di Indonesia tetapi dunia.

Susi mengatakan program penenggelamkan kapal mengubah desain negara super power menjadi terhenti dari grand desain kemaritiman mereka. Sehingga mereka harus melakukam adjustment untuk melakukan penghentian sementara.

“Banyak dari kita gak sadar (dibalik kata-kata) tenggelamkam, sudah berubah di masyarakat menjadi populer yang so far memang fun tapi ini begitu pelik daripada mengubah peta sekelilingnya,” terangnya.

Baca Juga :  Nih, Kata Manajemen Garuda Soal Rencana Aksi Mogok Pilot dan Karyawan

Dia mengatakan kalau tidak ada kata ‘Tenggelamkan’ yang amat populer itu, eksekusi atas Undang-Undang Perikanan yang sudah dimiliki Indonesia sulit dapat diselesaikan. Dia mengklaim kalau tidak ditenggelamkan, sudah ada 7.000 kapal asing di Indonesia yang melenggang bertahun-tahun. Kapal-kapal itu, menyebabkan 60 persen jumlah rumah tangga nelayan hilang dari 2003-2013.

“Hasil sensus pemerintah dan Bank Dunia jumlah Rumah Tangga Nelayan dari 1,6 juta menjadi 800 ribu saja serta membangkrutkan 115 perusahaan ekspor ikan dan udang Indonesia,” tuturnya.

“Dalam waktu yang sama tidak ada yang mengeluh dan tidak yang bertanya tidak ada yang komplain dan marah, semua diam. Stok ikan kita dari 22 juta ton masuk turun hanya 6,5 juta ton saja. Pada tahun 2013 tidak ada yang merasa apa-apa. Sadarkah kalau itu telah melembaga? Sudah masuk kemana-mana,” lanjutnya.

Baca Juga :  Bank DKI Dukung Sistem Pembayaran Railink Kereta Bandara Soetta

Susi pun meminta program menenggelamkan kapal tidak direvisi. Sebab hal itu dapat membuatnya kesulitan ‘menertibkan kapal-kapal asing’ yang akan masuk lagi dengan modus yang berbeda. “Mungkin di luar menenggelamkan kapal] dianggap gila, tapi program dalam memerangi ilegal fishing itu mudah sebetulnya,” tandasnya.


(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar