Psikolog Kupas 3 Faktor Pemicu Kate Spade Bunuh Diri

Posted on

JawaPos.com – Kisah tragis desainer Kate Spade yang ditemukan tewas gantung diri di apartemennya membuat miris. Di tengah harta dan kesuksesan yang diraihnya dalam hidupnya, ternyata tak selamanya membuat bahagia. Bahkan diketahui Kate mengalami penyakit mental.

Kepada JawaPos.com, Rabu (6/6), Psikolog Klinis Liza Marielly Djaprie menyebut Kate Spade sudah mengalami depresi. Liza mengungkapkan beberapa faktor yang bisa saja menjadi pemicu desainer tas ternama itu sampai nekat bunuh diri.

Kehilangan

Liza menilai seseorang yang mempunyai pilihan untuk bunuh diri, artinya sudah merasa berduka dan kehilangan sesuatu yang sangat berarti di dalam hidupnya.

“Depresi memang punya kecenderungan bunuh diri. Bukan hanya rasa putus asa tapi sudah berduka. Duka itu kehilangan sesuatu atas sesuatu kebebasan, kehilangan passion gairahnya,” kata Liza.

Faktor Bisnis dan Utang Piutang

Liza menjelaskan bisa jadi ada faktor bisnis seputar labelnya yang sudah dibeli oleh perusahaan lain. Atau ada masalah utang yang dipendam oleh Kate Spade.

“Terakhir kan katanya berganti nama atau dibeli sama label atau perusahaan lain. Atau terlibat hutang yang kita semua enggak tahu,” jelasnya.

Perubahan Perilaku

Liza menegaskan seseorang yang memiliki kecenderungan depresi dan bunuh diri pasti mengalami perubahan perilaku sebelumnya. Sayangnya hal itu tak disadari oleh keluarga atau orang-orang di sekitarnya. Bisa jadi orang depresi menjadi pendiam, menangis, murung, sulit tidur, tak mau makan, atau bahkan banyak makan, badan kurus, atau semakin gemuk.

“Pasti ada perubahan perilaku. Masalah ini bisa dialami oleh orang kaya, miskin, terkenal atau orang biasa. Maka orang-orang terdekat wajib tahu ketika tatapan mata yang bersangkutan itu kosong atau ada perubahan perilaku lainnya,” tandas Liza.

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar