Pulang dari Perbatasan Suriah, Fauzi Baadila Alami Perubahan

Posted on
Jakarta – Pengalaman berharga dirasakan Fauzi Baadila sepulang dirinya turun langsung menyalurkan bantuan ke perbatasan Suriah. Melihat ke belakang kehidupannya di Jakarta dan dibandingkan dengan para pengungsi Suriah banyak hal yang disesalkan olehnya.

Fauzi Baadila merasa kepergiannya saat itu membawa perubahan.

“Nggak tahu ya, gue balik ke Jakarta tuh kayaknya kita terlena ya, terlena, manja gitu, gampang ngeluh, kurang ibadah, suka buang-buang makanan,” ucap Fauzi Baadila ditemui di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (29/5/2018) malam.

Awalnya Fauzi Baadila berpikir, sembilan tahun kerja di bidang traveling, dia hanya melihat daerah yang mempesona. Fasilitas bagus, pemandangan indah, makanan beragam, dan suasana tenang itulah yang dia lihat saat traveling.

Mengunjungi pantai, gunung, hotel, tempat makan yang nyaman di berbagai daerah membuat Fauzi Baadila semakin terlena. Datang berkunjung ke tempat yang berkonflik untuk melihat sesuatu yang beda, itu yang pertama kali ada dipikirinnya ketika memutuskan ikut ke perbatasan Suriah.

Baca Juga :  Manisnya Senyuman Laura Basuki

“Harus sekali-kali gue datang ke tempat yang ibaratnya, tempat orang yang ngalamin kesulitan. Jadi gue pikir, di dunia nggak selalu nyari kenikmatan, kemewahan terus kan, kita harus ngelihat juga orang-orang yang lagi susah, korban perang, dan gue berpikir aja,” ceritanya.

“Wah nggak tahu kenapa beberapa bulan kemudian kayak seolah-olah pikiran gue dikabulkan gitu. Gue di tawarin buat ikut, dan gue langsung bilang iya dan gue maksa jangan sampe nggak (jadi). Ada beberapa kegiatan gue tinggalin, buat ngebuka mata hati pikiran gue untuk liat sisi lain dari dunia ini,” tutur Fauzi Baadila.

Perjalanan dua minggu lalu ke perbatasan Suriah pun membawa pelajaran baru untuk seorang Fauzi Baadila. Menurutnya banyak hal yang lupa untuk dia syukuri dengan kehidupannya yang sekarang.

Baca Juga :  Berseri-seri, Jennifer Dunn Ucapkan Terima Kasih

“Jauh lebih bersyukur, jauh lebih bersyukur, jauh banget. Berubah, biasanya gue males, biasanya gue ngeluh, kan kadang kita ‘haduh nih makanan nggak enak’, ‘oh ini, aduh gue capek’, gitu deh kayak jiwa gue berubah, lebih bersyukur, lebih sigap, lebih kuat, kita nih kadang-kadang terlena kebanyakan,” pungkas Fauzi Baadila.
(pus/wes)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar