Pusing Mikir Biaya? Resepsi Nikah Piknik Minim Budget ini Bisa Ditiru

Posted on

JawaPos.com – Curhat Briand Fergiansyah mengenai biaya nikahnya yang minim budget namun tetap kece jadi perhatian warganet. Ia bercerita hanya mengeluarkan biaya venue di bawah Rp 9 juta.

Briand juga menceritakan mengeluarkan biaya katering Briand dengan harga murah. Ia hanya perlu mengeluarkan budget sebesar Rp 29.000 per orang untuk 400 orang, ditambah dua menu gubuk yang terdiri dari sate dan lontong kikil.

“Kateringnya kami pesan untuk 400 orang dan 2 menu gubuk, yakni sate dan lontong kikil,” terangnya kepada JawaPos.com, Sabtu (30/6).

Briand Fergiansyah dan istri hanya merogoh kocek sekitar Rp 35 juta untuk menggelar resepsi pernikahan mereka. (istimewa)

Selanjutnya adalah dekorasi. Kebetulan Briand dan sang istri memiliki selera dekorasi yang sama yakni bohemian rustic yang digarap oleh vendor. Dia bilang vendor yang menggarap adalah anak muda yang seumuran. Hal ini memudahkan dirinya untuk bekerja sama.

Untuk biayanya, ia dapat harga Rp 8,6 juta untuk dekorasi, Rp 1,75 juta untuk dokumentasi, dan Rp 1,9 juta untuk photobooth.

“Dapat bonus post wedding, cinematic video, dan bonus photo booth 200 foto lagi. Jadi total 400 photo booth,” kata dia.

Menurut Briand, harga vendor terbilang murah. Sebelumnya ia sempat menjajaki beberapa vendor.

Katanya, ada yang harganya lebih murah tapi tidak bisa mengerjakan apa yang diinginkan. Ada juga yang bisa mengerjakan namun berat di ongkos.

“Perhelatan nikah piknik memang kami usahakan tidak menghabiskan dana yang terlalu banyak. Menyesuaikan kemampuan kami. Bahkan dekor aja sampai kami bayar lima kali,” tuturnya.

Kalau ditotal, anggaran yang ia dan istri keluarkan untuk menggelar pernikahan kira-kira sekitar Rp 35 jutaan. Dengan rincian biaya venue Rp 5 juta, katering Rp 13 juta, dekorasi, dokumentasi dan photobooth Rp 12,25 juta, band Rp 1,6 juta, MUA dan nail art Rp 1,3 juta kemudian baju pengantin dan orangtua kedua mempelai Rp 1,1 juta.

“Di masa injury time juga membutuhkan finansial dari ortu. Agar nyaman ke depannya, kami tidak ingin meninggalkan utang untuk sekadar resepsi, meskipun harus menguras tabungan cukup banyak,” ujarnya.

(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar