Putri Diana Dulu Pernah Labrak Camilla, Ini Kata-katanya

Posted on
Jakarta

Kehidupan Putri Diana kembali mencuat setelah Pangeran Harry dan Meghan Markle menikah. Hal itu karena pasangan pengantin baru itu memang banyak menghadirkan kenangan Diana di pernikahannya.

Salah satu yang kembali menjadi perbincangan adalah rekaman suara Diana saat bercerita tentang perselingkuhan Pangeran Charles yang kala itu masih menjadi suaminya.

Rekaman itu diposting channel YouTube resmi National Geographic 6 Agustus 2017. Dari rekaman itu Diana bercerita bahwa dirinya pernah ‘melabrak’ Camilla, selingkuhan Pangeran Charles.

Dan kini, Pangeran Charles dan Camilla telah resmi menjadi pasangan suami istri.

Kisah cinta terlarang Charles dan Camilla itu terbongkar saat buku berjudul Diana: Her True Story terbit pada 1992 yang ditulis Andrew Morton. Salah satu bagian yang menarik adalah saat Diana mengajak Camilla berbicara empat mata.

Dan rekaman yang diposting National Geographic itu, yang direkam oleh penulisnya sendiri, menjadi sumber cerita tersebut. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1989, beberapa tahun sebelum Putri Diana dan Pangeran Charles akhirnya memutuskan bercerai pada 1992.

Kepada Morton, Diana bercerita, kejadian itu terjadi saat dirinya bersama Charles sedang berada di sebuah pesta. Dan di pesta itu, Diana mengaku bersalaman dengan Camilla untuk pertama kalinya.

“Kami semua berada di lantai atas, aku sedang mengobrol dengan tamu yang lain saat menyadari Camilla dan Charles tidak ada di sana. Ini membuatku cemas,” kata suara yang dipercaya adalah suara Diana itu.

Dia pun memutuskan untuk turun ke lantai bawah. Ibu dua anak itu mengaku sangat paham dengan apa yang akan ia hadapi di lantai bawah.

“Mereka (tamu yang lain) mencoba menahanku untuk tidak turun,” kata Diana.

“Diana, jangan ke sana,” kata Diana menirukan ucapan salah satu tamu pesta.

Namun Diana tetap memutuskan ke lantai bawah untuk mencari suaminya. Dan di sana, ia menemukan Charles dan Camilla, serta satu orang pria lain sedang berbincang dengan akrab.

Jadi kupikir, “Oke, inilah saatnya”, kata Diana.

Lalu aku bergabung dengan mereka, seolah kami adalah teman baik.

Dan aku bilang, “Camilla, aku ingin bicara sesuatu denganmu, jika boleh.”

Dan dia (Camilla) terlihat tidak nyaman, menundukkan kepalanya dan berkata, “Baiklah.”

Aku berkata pada dua pria tersebut, “Oke, para pria, aku hanya akan ngobrol sebentar dengan Camilla, hanya sebentar.”

Dan mereka (Charles dan temannya) pergi ke atas, satu hal yang menurutku tidak perlu, dan aku bisa merasakan kemarahan di lantai atas.

“Apa yang akan ia (Diana) lakukan?”

Lalu aku berkata, “Camilla, silakan duduk.”

Kami duduk bersama dan aku ketakutan padanya.

Dan aku berkata, “Camilla, aku hanya ingin kamu mengerti bahwa aku tahu persis apa yang sedang terjadi.”

Dia menjawab, “Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.”

Kubilang lagi, “Aku tahu apa yang terjadi antara kamu dan Charles, dan aku hanya ingin kamu mengerti aku tahu itu.”

Dan menariknya dia berkata padaku, “Kamu punya segalanya yang kau mau.”

“Semua pria yang ada di dunia mencintaimu.”

“Kamu punya dua putra yang tampan. Apa lagi yang kamu inginkan?”

Aku tidak percaya apa yang ia katakan.

Lantas kubilang, “Aku mau suamiku.”

Dan dia berkata, “Yah.” Dia menunduk sepanjang waktu.

Aku bilang pada Camilla, “Maafkan aku ada di antara kalian.”

“Dan ini pasti menyakitkan buat kalian berdua.”

“Tapi aku tahu apa yang terjadi, jadi jangan mempermainkanku.”

Di perjalanan pulang dalam mobil, suamiku benar-benar marah padaku.

Aku menangis sejadi-jadinya, luapan kemarahan, kemarahan yang kutahan selama tujuh tahun.

Aku menangis, aku tidak tidur semalaman.

Dan keesokan harinya aku terbangun dengan perasaan yang sangat berbeda.

Aku telah melakukan hal, mengatakan apa yang ada di hatiku paling dalam.

Masih ada rasa cemburu dan marah, tapi tidak seperti sebelum aku melakukannya.

Lalu aku bilang padanya (Charles), di akhir pekan tiga hari kemudian, “Sayang, aku yakin kamu ingin tahu tentang apa yang kukatakan pada Camilla.

“Tak ada yang kusembunyikan, tanya saja dia.”

“Aku hanya bilang, aku mencintaimu, dan itu tidak ada salahnya.”


(ken/ken)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar