Ray Sahetapy Anggap Hukuman untuk Tio Pakusadewo Salah

Posted on
Jakarta – Tio Pakusadewo dituntut enam tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum. Hal itu dirasa Ray Sahetapy kurang pantas.

Sebagai teman, Ray Sahetapy merasa sedih mendengar tuntutan yang dijatuhkan kepada Tio Pakusadewo atas kasus narkoba. Menurut Ray, sebagai aktor masih ada pembelaan untuk Tio Pakusadewo agar mendapatkan hukuman yang lebih ringan.

“Aku sedih, nggak benar aku rasa. Dia menggunakan itu untuk hubungan dia dengan pekerjaan. Bukan menggila-gila gitu. Aku tahu persis dia. Makannya aktingnya dia bagus, karena dia mau gimana dari satu tokoh pindah ke tokoh lain. Kalau nggak ada ruang ini untuk membersihkan tokoh itu agak sulit. Kalau orang nggak ngerti itu repot. Polisi itu belum bisa pahami aktor. Hukum, hukum sepantasnya lah,” ujar Ray Sahetapi ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018) malam.

Baca Juga :  Syuting dengan Bom Beneran, Ario Bayu Tak Gunakan Stuntman?

Menurut Ray Sahetapy enam tahun penjara bisa membuat Tio terpuruk. Majelis hakim pun seharusnya bisa melihat apa dan bagaimana pekerjaan Tio Pakusadewo.

“Lihat dong pekerjaanya dia apa. Jangan pekerjaan lain yang kita bela, pekerjaan lain agak sulit untuk narkoba. Kalau aktor masih bisa dibela, karena tokoh yang masuk ke tubuh ini, tokoh orang yang masuk,” bebernya.

“Aku harus membayangi misalnya jadi Tri Sutrisno, aku pasti ngebayangin itu semua bukunya ku baca, masuk semua. Setelah masuk istri marah-marah, anak marah-marah, coba kau bayangkan bagaimana tuh. Bisa gila,” ucap Ray menjelaskan bagaimana aktor mendalami karakter.

Kamis (7/6) Tio Pakusadewo akan mengajukan pledoi. Sebagai bentuk dukungan jika tidak ada halangan, Ray Sahetay akan mendampingi sang sahabat.

Baca Juga :  Demi 22 Menit, Ario Bayu Jalani Beratnya Pelatihan Jadi Polisi

Ray berharap dalam pembelaannya, Tio Pakusadewo bisa bicara tentang keaktoran. Itu diharapkan agar penegak hukum tahu bagaimana sulitnya menjadi seorang aktor.

“Mudah-mudahan akan ringan Tio itu, dia harus bicara tentang keaktoran itu, karena dunia kita kurang memahami dunia ini. Aktor itu yang punya gagasan dan bisa menjelaskan,” tegas Ray Sahetapy.
(pus/wes)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar