Rayakan Satu Dasawarsa, Jazz Gunung akan Hadir 3 Hari Non Stop

Posted on

JawaPos.com – Pergelaran musik jazz bertaraf Internasional, Jazz Gunung tahun ini kembali digelar untuk kesepuluh kalinya. Merayakan satu dasawarsa, pertunjukan akan menampilkan komposisi musik jazz bernafas etnik yang diselenggarakan di panggung amfiteater terbuka Jiwa Jawa Resort Gunung Bromo. Jawa Timur (Jatim).

Jika tahun sebelumnya Jazz Gunung hanya berlangsung selama dua hari saja, tahun ini pertunjukan akan dilaksanakan tiga hari berturut-turut mulai tanggal 27 hingga 29 Juli 2018. Mengambil tema 10 tahun merayakan keberagaman, acara ini akan menyuguhkan perpaduan harmonis antara musik, alam pegunungan dan manusia dalam satu irama yang menenangkan jiwa.

“Tema keragaman kami pilih mengingat musik jazz ini bisa masuk ke dalam berbagai genre world music, seperti hip hop, reggae, pop hingga R&B. Jazz juga menyentuh berbagai kalangan musisi dan penonton yang berasal dari lintas generasi, profesi, suku bangsa, ras dan agama,” ucap Djaduk Ferianto, salah satu penggagas Jazz Gunung saat konferensi press di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (28/6).


Jazz Gunung Bromo dalam tujuh menit
(YouTube/Jazz Gunung)

Diungkapkan seniman asal Jogjakarta ini, sentuhan etnik pada musik jazz telah menjadi simbol budaya asli Nusantara yang berpadu harmonis dengan kearifan alam pegunungan Bromo yang ikonik. Oleh karenanya setiap tahun Jazz Gunung selalu menghadirkan deretan musisi terbaik nasional hingga internasional.

Pada hari pertama Jazz Gunung akan menampilkan musisi handal seperti Kramat Ensemble Percussion dari Madura, Tohpati Bertiga, Barry Likumahuwa hingga Andre Hehanusa. Berlanjut di hari kedua akan hadir grup musik Ring of Fire Project besutan Djaduk Ferianto, Surabaya All Star, hingga Barasuara dan Syaharani.

“Tahun ini kita juga mempersembahkan penghargaan khusus kepada sosok legendaris Jazz, Bubi Chen yang sudah sangat berjasa terhadap musik jazz di industri ini. Kita juga ada persembahan khusus untuknya,” lanjut Djaduk.

Tak hanya itu, persembahan spesial akan turut hadir di hari ketiga. Pasalnya untuk pertama kalinya Jazz Gunung akan berlangsung di pagi hari sebelum matahari terbit. Sambil menikmati matahari terbit, para penonton akan disuguhkan alunan musik yang lebih tenang dan santai oleh line up istimewa, yakni duo pasutri Endah N Rhesa, trio pop NonaRia hingga kelompok musik Bonita & the Hus Band.

Sementara itu, musisi jazz dari mancanegara juga turut memeriahkan, sebut saja Jungle By Night. Kelompok musik afrobeat asal Amsterdam, Belanda ini akan hadir pada hari kedua. Selain itu, juga turut tampil trio musik kontemporer asal Perancis, Insula. Grup musik ini akan menampilkan perpaduan musik tradisional dan modern yang terinspirasi dari musik Al-Jazeera dan kebudayaan Martinik.

“Ada hal yang komersil dan tema selalu dipertimbangkan dari tahun ke tahun. Kita kurasi bagi musisi yang tampil. Seperti tahun ini akan ada jamming session dengan kolaborasi genre fucion, hip hop, dan pop namun tetap dalam persamaan spirit jazz,” tutup Djaduk.

video

(yln/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar