REFLEKSI RAMADAN (13): Saatnya Reses Buka Puasa dengan Orang Lain yang Tidak Sekantor dan Seprofesi

Posted on

Oleh
Wahyuddin Halim
Antropolog Agama UINAM

TRIBUN-TIMUR,COM, MAKASSAR – Dalam satu hal, Ramadan menawarkan masa jeda duniawi bagi kaum Muslim.

Di sebelas bulan sebelumnya, hidup kita mungkin hanya berkisar pada urusan duniawi. Setiap hari kerja, dari pagi hingga sore, kita geluti profesi masing-masing demi keberlangsungan hidup kita sekeluarga.

Karena sibuk bekerja, kerapkali kita abai pada tanggung jawab sosial di luar lingkungan kerja kita.

Malahan, segelintir orang punya rutinitas harian yang hanya berkisar pada rumah dinas megah, ruang kantor nyaman dan executive lounge di setiap bandara.

Juga penerbangan kelas bisnis, mobil dinas mewah yang ke mana-mana diiringi patwal, hotel berbintang lima, restoran berkelas, protokoler penyambutan dan kursi VVIP di setiap acara.

Di hari libur, mereka piknik ke tempat-tempat yang sesuai dengan jabatan atau kelas sosial mereka. Bertemu dengan orang-orang seprofesi atau kelas sosial yang sama.

Jika hidup hanya berkisar pada ritme dan ritual seperti itu, sangat mungkin kemampuan kita berempati pada derita orang lain semakin tumpul.

Ramadan menawari kita waktu rehat sejenak dari hiruk-pikuk lingkungan yang kerap membuat kita lupa pada diri sendiri, lupa pada orang lain, dan akhirnya lupa pada Tuhan.

Ramadan membukakan kita peluang dan ruang untuk berjumpa secara lebih intens dan intim dengan orang-orang di luar atau lintasprofesi, status dan kelas sosial.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar