Relaksasi LTV Tak Buat NPL Bengkak Malah Menggiurkan

Posted on

JawaPos.com – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memandang, kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam melonggarkan Loan To Value (LTV) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak akan membuat angka Non Performing Loan (NPL) perbankan membengkak.

Direktur Consumer Banking BRI, Handayani mengaku, hingga Juni 2018 NPL KPR BRI tercatat hanya sebesar 2,7 persen angka tersebut masih dibawah angka NPL industri yang sebesar 2,8 persen.

“Kalau kita longgarkan LTV nantinya akan berikan relaksasi kebutuhan pembiayaan rumah, namun satu sisi ada konsekuensi terhadap NPL. Namun, nyatanya NPL lebih baik. Bahkan kami dibawah industri,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/7).

Handayani menyebut, segmen pembeli rumah pertama untuk masyarakat Indonesia masih sangat besar. Sebab, saat ini penghasilan masyarakat relatif terbatas, sehingga sering kesulitan memenuhi DP pembelian rumah.

“Bank harus fokus menyasar segmen first-time home buyer secara serius mendalami buying behavior mereka,” tuturnya.

Handayani menjelaskan, Indonesia sendiri memiliki backlog sebesar 13,5 Juta unit rumah. Dengan asumsi rata-rata harga perumahan nasional sebesar Rp 300 Juta, maka peluang bisnis properti di Indonesia mencapai Rp 4.050 triliun atau dapat menyumbang sekitar 30 persen untuk GDP Indonesia

Sebagai informasi, acuan saat ini bisnis properti hanya menyumbang sekitar 2,79 persen atau Rp 379 triliun untuk perekonomian Indonesia. Rata-rata pertumbuhan kredit KPR BRI sendiri dalam lima tahun terakhir sebesar 19,9 persen.

Sedangkan, hingga akhir Juni 2018 tercatat outstanding segmen KPR BRI telah mencapai Rp 24,2 triliun atau tumbuh sebesar 9,02 persen dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp 22,5 triliun.

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar