RI Butuh 452 Ribu Akuntan, yang Ada Hanya 16 Ribu | JawaPos.com

Posted on

JawaPos.com – Berbagai perkembangan teknologi di era digital mendorong anak-anak muda pandai berbisnis. Milenial hanya bermodalkan jaringan teman-teman dan teknologi sudah bisa membangun startup dan menjadi pemilik (owner) hingga CEO.

Namun untuk membangun sebuah bisnis yang berkelanjutan, milenial juga harus memastikan catatan pembukuan usaha mereka rapi. Bisnis startup yang masih baru beroperasi, maka akan lebih baik bagi tim untuk mengetahui dasar-dasar akuntansi sebelum melangkah lebih jauh.

“Kebutuhan dan peluang kerja akuntan profesional di Indonesia sangat tinggi. Jika akuntansi telah diterapkan dengan baik sesuai standar meskipun bisnis masih dalam skala kecil, maka akan memudahkan kita menerapkan akuntansi dengan baik pula ketika bisnis telah berkembang pesat,” kata CEO dan Founder LSAF Global London School of Accountancy and Finance (LSAF) Global Manish Gidwani dalam konferensi pers, Rabu (25/7).

Saat ini, kebutuhan akuntan bertaraf internasional di Indonesia sebesar 452 ribu. Sementara data dari Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP) Kementrian Keuangan Republik Indonesia, hanya tersedia 16 ribu akuntan profesional.

Sebagai lembaga pendidikan akuntan LSAF Global London School of Accountancy and Finance (LSAF) Global terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai lembaga, organisasi, institusi, dan perusahaan nasional dan internasional. Baik kerjasama untuk meningkatkan kualitas kurikulum, peluang pelatihan dan pemagangan, peluang Internship, maupun untuk penempatan kerja bagi lulusan.

LSAF dan Singapore Accountancy Academy (SAA) Global Education menandatangani nota kesepakatan kerjasama untuk mengembangkan program pendidikan akuntansi berstandard internasional Dual City Campus Jakarta-Singapura. Melalui kerjasama LSAF Global dengan SAA Global Education ini juga terbuka peluang bagi siswa LSAF Global untuk praktek kerja intership di perusahaan-perusahaan besar di Singapura dan London.

“Sehingga lulusan Indonesia akan bisa cepat diserap oleh pasar tenaga kerja global. Terutama para milenial yang sedang menggeluti startup,” kata Manish.

Bentuk kerja sama ini juga bisa dijadikan contoh model kerja sama masuknya institusi pendidikan luar negeri ke Indonesia. Sehingga tak sekadar mengerti akuntansi, milenial juga memiliki standar internasional mengembangkan bisnis mereka.

Singapore Accountancy Academy (SAA) Global Education adalah institusi pendidikan akuntansi terkemuka Singapura, yang berdiri sejak lebih 30 tahun lalu. Pada 2017, institusi ini diambil alih manajemennya oleh Mmalvern International, perusahaan internasional terkemuka berbasis di London dan terdaptar di bursa saham Singapura. SAA Global Education dikenal merupakan kampus yang berorientasi pada penciptaan akuntan berbasis karier profesional. Lulusannya langsung diserap oleh industri.

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar