Rupiah Melemah, Banyak Perusahaan Pangkas Keuntungan

Posted on

JawaPos.com – Hasil survei Bank Indonesia (BI) mengatakan, pelemahan nilai tukar Rupiah juga berdampak pada beban keuangan perusahaan. Banyak dari perusahaan yang terpaksa memangkas margin keuntungannya.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik BI Yati Kurniati mengatakan, dunia usaha dilema pada pilihan menaikan harga jual produknya atau merugi dari kenaikan kurs Dolar Amerika Serikat.

“Dia (pelemahan rupiah) akan mempengaruhi keputusan perusahaan,” tuturnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (12/7).

Yati menegaskan dunia usaha yang terkena imbas pelemahan kurs, lebih kepada perusahaan berbasis impor. Sehingga, kebanyakan dari mereka memilih untuk menurunkan margin keuntungannya.

Baca Juga :  Luncurkan Aplikasi Mobile, Akseleran Targetkan Rp 200 Jura Pinjaman

“Survei kami mereka belum mengubah harga jual tapi menurunkan margin. Tapi dia juga tidak mau sampai rugi. Itulah kenapa sektor industri ketergantungan impor terus berhati-hati dengan perkembangan nilai tukar,” kata Yati.

Meskipun demikian, BI memandang, masih terdapat adanya perbaikan di kuartal II-2018. Hal itu dilihat dari peningkatan penggunaan kapasitas produksi atau jasa yang naik. Beberapa sektor yang menunjukan perbaikan signifikan di antaranya perdagangan, hotel dan restoran, keuangan, real estate dan jasa.

“Kami survei 3.073 perusahan. Kami tanya apakah kapasitas yang digunakan meningkat dibandingkan sebelumnya. Kami lihat terjadi peningakatan penggunaan kapasitas dari 76 persen menjadi 78,4 persen,” tandasnya.

Baca Juga :  Pengusaha Mengeluh, Banyak Lulusan SMK Tak Siap Kerja

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar