Sambil Nangis, Jennifer Dunn Ungkap Ingin Kembali pada Anak dan Suami

Posted on
Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap pada tuntutannya untuk menghukum delapan bulan penjara kepada Jennifer Dunn. Mendengar hal itu, kemudian Jennifer mengajukan duplik.

Selama menyampaikan duplik, Jennifer terlihat emosional. Ia meminta maaf dan menyesal, serta mengungkap ingin kembali ke anak dan suaminya, Faisal Haris.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dengan ini saya Jennifer Dunn menyampaikan mohon maaf sebesar-besarnya atas bentuk penyesalan saya sebenar-benarnya. Saya tidak dapat merangkai kata-kata tapi memohon kepada majelis hakim bahwa saya ingin kembali pada anak dan suami saya,” ujar Jennifer Dunn saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2018).


Wanita 29 tahun itu kemudian kembali meminta untuk hukumannya diringankan. Dia sangat ingin berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya.

Baca Juga :  Chicco Jerikho dan Putri Marino Belum Tahu Jenis Kelamin Calon Anak

“Dan sebagai seorang istri saya harus kembali untuk melakukan tugas dan tanggung jawab saya. Izinkan saya mendapat keringanan itu supaya saya dapat kembali ke keluarga saya lagi,” ungkapnya dengan suara naik turun.

Tak berapa lama, istri siri Harris ini menangis sambil menyeka air matanya. Dia berjanji akan bertobat.

“Dan atas perbuatan saya ini, saya sangat menyesal dan mengaku bahwa saya salah. Saya berjanji akan bertobat dan tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Untuk itu izinkan saya mendapat keringanan hukuman majelis hakim. Semoga yang saya sampaikan ini bisa jadi pertimbangan untuk meringankan hukuman saya. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tukas Jennifer terbata-bata.

Baca Juga :  DC Curi Perhatian Numpang 'The Death of Superman'

Tak lama, majelis hakim menyatakan bahwa sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2018 dengan agenda putusan. Jennifer pun keluar dari ruang persidangan sambil mengusap matanya.

(mau/mau)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar