Sampai Kapan pun Petani Tak Sejahtera Kalau Hanya Jual Gabah

Posted on

JawaPos.com – Guna menggenjot swasembada pangan, Presiden Joko Widodo ingin mempersiapkan sektor pertanian untuk masa depan dari sekarang. Sektor pertanian harus cepat-cepat dibenahi supaya produktivitasnya bisa meningkat. Jokowi menuturkan, butuh peran petani untuk meningkatkan produktivitas, salah satunya dengan meningkatkan pemanfaatan pascapanen.

“Kalau petani itu berjualan masih berjualan gabah, sampai kapan pun percaya tidak akan ada peningkatan kesejahteraan petani kalau jualannya gabah,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan saat Peluncuran Mitra Bumdes Bersama di Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu, Kamis (7/6).

Jokowi menyebut jika sampai hari ini petani hanya mengandalkan gabah sebagai sumber penghasilan. Padahal, keuntungan terbesar itu bisa didapat petani saat gabah masuk ke mesin pengolahan. Dari situ akan terhitung jumlah beras yang dihasilkan dari gabah lewat rendemen saat gabah masuk ke rice milling unit.

Selanjutnya, keuntungan terbesar lain yang bisa didapatkan dari pascapanen adalah saat petani bisa menjual berasnya sendiri. Pria asal Solo ini menerangkan dengan adanya Program Mitra Bumdes Bersama, gabungan kelompok tani dalam satu kecamatan bisa memanfaatkan rice milling unit yang ada di sentra pengolahan padi terpadu.

“Dengan rice milling unit yang model seperti ini rendemen pasti nggak naik tidak banyak beras yang atau gabah yang rusak beras yang rusak sehingga nantinya beras-beras yang ada ini bisa berada pada posisi beras premium,” jelasnya.

Petani juga didorong untuk dapat mengemas sendiri berasnya untuk dijual. Diharapkan dengan adanya program itu maka petani tidak lagi menjual gabahnya ke tengkulak.

“Kalau caranya gini kalau petani bisa berjualan beras baru di situlah nanti petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak,” pungkasnya.

(ce1/uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar