Sekilas Awal Mula El Clasico Indonesia, Persija vs Persebaya

Posted on

JawaPos.com – Partai seru akan tersaji pada pekan ke-12 Liga 1 2018 saat Persija Jakarta menjamu Persebaya Surabaya di Stadon Sultan Agung, Bantul, Minggu (3/6) malam WIB. Laga itu diprediksi akan berjalan panas karena dijuluki El Clasico Indonesia.

Laga bertajuk El Clasico Indonesia ternyata bukan hanya Persija kontra Persib Bandung saja. Persija versus Persebaya juga mendapat predikat sama karena memang rivalitas sudah mengakar sejak era Perserikatan.

Duel nanti jelas bukan sekadar tiga poin. Ada gengsi yang dipertaruhkan sejak Persija bertemu dengan Persebaya era 1950-an silam. Pertemuan paling seru memang pada awal era tersebut dalam perebutan gelar juara.

Persebaya Surabaya sudah terlibat persaingan dengan Persija di era 1950-an (Angger Bondan/Jawa Pos)

Macan Kemayoran – julukan Persija, yang diisi para pemain bintang semisal Kwee Kiat Sek, Chris Ong, hinga Arnold van der Vin acap difavoritkan sebagai juara. Tapi, malah Persebaya yang sukses merebut gelar pada 1951 dan 1952.

Beberapa kali pertemuan kedua tim diwarnai tensi panas. Bermula pada 1973 dalam penentuan juara. Persija sukses menang berkat gol Andi Lala tapi ada sedikit kericuhan. Iswadi Idris yang merasa dikasari Rusdy Bahalwan (Persebaya) tak bisa menutup emosinya.

Empat tahun berselang, Persebaya mampu membalas kekecewaannya pada final 1977. Kala itu, Bajul Ijo – julukan Persebaya, membungkam ribuan pendukung Persija dengan skor 4-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Rivalitas panas itu kembali berlanjut pada era Liga Indonesia. Kedua tim sama-sama bersaing keras untuk juara, Persija berhasil merebut gelar pada 2001, sedang Persebaya mampu juara dua kali yakni 1996-97 dan 2004.

Menariknya, perjalanan Persija untuk juara pada 2001 silam diwarnai dengan menundukkan Persebaya di semifinal. Kala itu, gol dari Antonio Claudio dan Luciano Leandro hanya mampu dibalas Uston Nawawi.

Akan tetapi, Persebaya sukses membalas secara tuntas kala juara pada 2004. Kala itu, mereka memastikan gelar juara setelah mengalahkan Persija dengan skor 2-1 di Stadion Tambaksari. Persebaya unggul lebih dahulu via Danilo Fernando di babak pertama. Persebaya menyamakan kedudukan berkat gol bunuh diri Mat Halil. Luciano de Souza memastikan kemenangan Persebaya sekaligus merebut gelar juara.

Hanya saja, tensi persaingan kedua klub belakangan meredup. Hal itu tak lepas dari karut-marutnya kompetisi yang akhirnya membuat Persija maupun Persebaya sempat dihinggapi masalah internal.

Kini, Stadion Sultan Agung, Bantul, akan kembali jadi saksi betapa panasnya persaingan antara dua tim terbesar Indonesia tersebut. Siapa yang akan meraih kemenangan dalam laga nanti? Pantang dilewatkan.

(ies/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar