Sentimen Positif Domestik Minim, Rupiah Akan Bergerak Mendatar

Posted on

JawaPos.com – Pergerakan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan masih cenderung bergerak mendatar atau sideways cenderung melemah seiring masih minimnya sentimen dari dalam negeri yang dapat mengangkat Rupiah.

Di sisi lain, meningkatnya minat pelaku pasar terhadap mata uang safe haven selain USD untuk mengantisipasi masih adanya sentimen perang dagang AS-Tiongkok dikhawatirkan dapat membuat Rupiah kembali melemah.

“Adapun Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support Rp 14.180 dan resisten Rp 14.166,” ujar Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (28/6).

Reza menjelaskan, belum beranjaknya sentimen yang sama dari sebelumnya terkait dengan potensi terjadinya perang dagang antara AS dan Tiongkok membuat laju pergerakan Rupiah terimbas pergerakan valas global.

“Laju Rupiah sempat melemah sebelum akhirnya ditutup stagnan,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjutnya, pelaku pasar beralih ke mata uang safe haven lainnya, terutama JPY seiring kekhawatiran terjadinya perang dagang AS-Tiongkok akan menganggu volatilitas USD dan CNY.

Sementara itu, dari dalam negeri, selain dari minimnya sentimen, adanya pernyataan kontradiksi dari Menko Perekonomian, Darmin Nasution, yang pesimis pertumbuhan ekonomi kuartal dua 2018 tidak akan mencapai 5,2 persen, menahan laju Rupiah.

“Padahal sebelumnya, Menkeu, Sri Mulyani, menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua dapat mencapai 5,2 persen lebih baik dari periode kuartal pertama sebesar 5,06 persen,” pungkasnya.

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar