Seperti Candu, Dokter Cantik: Gula Penyebab Penyakit Terbanyak

Posted on

JawaPos.com – Masyarakat modern saat ini memang lebih senang kongkow di kedai kopi atau restoran sambil menyeruput makanan dan minuman manis. SepertirRoti, donat, cokelat, teh manis, latte, kopi, dan beragam makanan serta minuman lainnya seakan membuat masyarakat ketergantungan. Bahkan terbiasa minum manis usai makan.

Salah satu dokter yang mendalami anti aging medicine, dr. Lisa Silvani,M.Biomed(AAM) menjelaskan pola makan menjadi pilar utama memperpanjang hidup seseorang. Untuk itu, ada baiknya membatasi gula agar hidup lebih sehat dan berkualitas.

“Mengapa yang paling penting itu adalah tes kesehatan glukosa darah, karena gula darah itu jadi indikator paling penting saat ini di tengah masyarakat yang menjadikan gula seperti candu jenis baru,” tegas penulis buku yang berjudul Anti Aging for Busy Moms baru-baru ini.

Baca Juga :  Diabetisi Kontrol Gula Darah, Ganti Karbo dengan Cara yang Tepat

Dia meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menentukan pilihan makanan, jumlah, dan porsi. Sebab, asupan yang masuk ke tubuh akan membentuk hasil di kemudian hari.

Lisa mencontohkan kecap dan saos sambal pasti ada kandungan gulanya. Gula bisa dipakai penyeimbang rasa tetapi gula itu sendiri berkontribusi pada kesehatan yang buruk sekali.

“Penyebab penyakit terbanyak itu karena gula. Gula jadi ancaman kesehatan nomor 1. Gula yang tajam bisa meningkatkan kadar trigleserida. Bisa ke stroke, jantung, dan diabetes,” papar dokter cantik itu.

Maka dia mengimbau agar masyarakat mengurangi jumlah makanan yang mengandung kalori tinggi. Yaitu pada jenis karbohidrat. “Harus dikurangi 40 persen. Dapat tingkatkan kesehatan maksimal,” jelas Lisa.

Baca Juga :  Diabetes Penyakit Paling Mencemaskan, Picu Disabilitas dan Kematian

Salah satunya dengan meningkatkan asupan protein. Ikan dan ayam serta kacang-kacangan adalah protein terbaik. Sedangkan daging merah memiliki resiko tinggi untuk jantung.

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar