Serunya Mencuri Berlian Bersama Teman-Teman

Posted on
Jakarta – Pada tahun 1960, bintang film raksasa seperti Frank Sinatra, Dean Martin dan Sammy Davis Jr. bergabung dalam sebuah caper comedy berjudul Ocean’s 11. Film tersebut kemudian menginspirasi Soderbergh untuk melakukan hal yang sama dengan Ocean’s Eleven versi milenium dengan bintang-bintang yang juga tak kalah megahnya pada saat itu. Menyaksikan bintang film macam George Clooney,
Brad Pitt, Matt Damon dan Julia Roberts berada dalam satu frame adalah sebuah pengalaman sinematik tersendiri. Menyaksikan mereka semua merampok kasino sambil bercanda adalah bonus yang tak terkira. Film tersebut sukses secara komersial yang akhirnya melahirkan dua sekuel.

Sebelas tahun setelah Ocean’s 13, Gary Ross (sutradara Hunger Games yang pertama) mengambil tongkat estafet Soderbergh dan dengan resmi merilis spin-off trilogi tersebut. Bertajuk Ocean’s 8, film ini menceritakan tentang satu geng yang juga mempunyai kemampuan yang sangat bagus dalam mencuri. Twistnya adalah semua personil dalam geng ini adalah perempuan. Ini baru namanya woke.

Premis yang ditawarkan Ocean’s 8 sangatlah familiar. Debbie Ocean (Sandra Bullock) adalah seorang mantan pencuri yang baru saja keluar dari penjara. Segera ia merencanakan perampokan berikutnya. Targetnya adalah berlian mahal milik Cartier yang harganya ratusan juta yang akan dikenakan oleh aktris bernama Daphne Kluger (Anne Hathaway) di Met Gala. Setelah mengemukakan idenya kepada sahabatnya, Lou (Cate Blanchett, dengan barisan kostum yang akan membuat Anda terperangah), Debbie segera menyusun tim untuk melaksanakan niatnya ini: ada pembuat perhiasan yang canggih bernama Amita (Mindy Kaling), seorang ibu rumah tangga yang jago mencuri bernama Tammy (Sarah Paulson), seorang hacker bernama Nine Ball (Rihanna), seorang fashion designer bernama Rose (Helena Bonham Carter) dan seorang pencuri dengan tangan terampil bernama Constance (Awkwafina).

Baca Juga :  Go Kyung Pyo Dikabarkan Punya Pacar, Ini Kata Manajemen

Plot yang ditawarkan oleh Ocean’s 8 sebenarnya tidak spesial. Skrip yang ditulis oleh Gary Ross dan Olivia Milch mengikuti cetakan yang sudah dibuat oleh Soderbergh, terutama Ocean’s 11. Hal tersebut sepertinya dilakukan dengan sengaja agar penonton tidak lupa dengan dunia yang ditawarkan oleh film ini. Positifnya, Ocean’s 8 terasa seperti benar-benar saudaraan dengan trilogi yang menginspirasinya. Negatifnya, film ini seperti plagiat yang tidak kreatif. Dari pembukaan film (sang karakter utama dikeluarkan dari penjara), pengenalan karakter sampai ending yang selalu memberikan twist, Ocean’s 8 terasa sangat familiar.

Meskipun begitu Ocean’s 8 tidak pernah kehilangan momentum. Film ini terus berdetak dari awal film sampai credit bergulir. Ocean’s 8 terasa sangat menyenangkan ketika para karakter utamanya mengerjakan hal yang mereka memang ahli dalam bidang tersebut atau ketika mereka melakukan hal misterius. Film ini menjadi agak kendor ketika Ross dan Milch lebih fokus terhadap Debbie Ocean
daripada membagi peran sama rata terhadap karakter-karakter lain.

Yang patut disayangkan dari Ocean’s 8 adalah penyutradaraan Gary Ross tidak bisa menyaingi kekerenan yang bisa dipertunjukkan Soderbergh dalam Ocean’s 11. Padahal setting yang diambil Ross dalam film ini sangatlah glamour: Met Gala. Namun entah kenapa energi meletup-letup yang sangat dibutuhkan film ini malah adem ayem. Ross sangat jago dalam merangkai adegan dimana karakter-karakternya terlihat cool dan nampak seperti para dewi yang sedang murtad. Namun ia tidak bisa memberikan beat yang asyik untuk membuat penonton joget.

Semua pemain Ocean’s 8 mempunyai chemistry yang bagus. Anda bisa merasakan bahwa para aktris kenamaan ini sangat nyaman satu sama lainnya. Tapi karena karakterisasi karakternya kebanyakan hanya dua dimensi, beberapa aktris terasa kurang bersinar dibandingkan yang lainnya. Sandra Bullock dan Cate Blanchett memimpin grup dengan baik. Mindy Kaling menggunakan comedic timingnya dengan
pas. Rihanna cukup oke meskipun perannya kurang spesial. Anne Hathaway justru menawan ketika dia jadi narsis dan menyebalkan. Pendatang baru Awkwafina ternyata mempunyai swagger yang mengesankan meskipun adegannya tidak banyak. Justru Helena Bonham Carter dan Sarah Paulson yang kurang menggigit.

Baca Juga :  Jill Gladys Cantiknya Seperti Mannequin

Dengan atmosfir politik seperti sekarang dimana isu kesetaraan gender sedang marak-maraknya, Ocean’s 8 hadir pada saat yang sangat pas. Sayangnya film ini tidak memiliki ritme yang pas untuk mengiringi kedelapan aktris fenomenal yang tampil di film ini. Ocean’s 8 jauh dari kata membosankan. Melihat delapan aktris berbakat dengan style yang akan membuat Anda meringis iri sambil melakukan hal yang jahat adalah hiburan yang tak terkira. Tapi dibutuhkan lebih dari sekedar blitz dan bling-bling untuk menjadikan sebuah caper film asyik untuk dikunyah. Mungkin untuk film berikutnya solusinya adalah mencari sutradara yang tahu bagaimana menggunakan potensi para bintang-bintang bersinar ini agar hasilnya lebih dari sekedar tontonan yang menghibur.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.
(mah/mah)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar