Setelah Lebaran Pertamina Pasarkan Elpiji 3 Kg Nonsubsidi

Posted on

JawaPos.com – Setelah Lebaran 2018 PT Pertamina (Persero) mulai memasarkan gas elpiji tiga kilogram (3 kg). Kehadiran produk baru tersebut agar elpiji 3 kg subsidi yang selama ini disalurkan masyarakat lebih tepat sasaran. Masyarakat yang tidak berhak mengonsumsi elpiji 3 kg subsidi bisa beralih ke nonsubsidi.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan, produk itu diluncurkan dua bulan lagi. Tepatnya pada Juli. “Ini merupakan tindak lanjut dari hasil tes pasar yang telah dilakukan,” ujar Nicke.

Menurut dia, produk tersebut dapat mengakomodasi keinginan masyarakat mampu untuk memperoleh elpiji dalam ukuran kecil. Saat ini produk elpiji nonsubsidi yang paling kecil berbobot 5 kg. Nanti warna tabung produk baru mirip seperti Bright Gas ukuran 5,5 kg, yaitu merah muda. Bentuk dan ukuran tabung masih sama dengan elpiji subsidi 3 kg atau elpiji melon.

Setelah Idul Fitri 1439 H Pertamina akan menjual gas elpiji 3kg nonsubsidi (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Pertamina telah menguji coba produk elpiji tersebut sejak akhir tahun lalu. Uji coba dilakukan di dua tempat. Yakni, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid menyatakan, sebagai tahap awal, produksi elpiji nonsubsidi itu bakal disesuaikan dengan kebutuhan. ”Hitungannya belum final. Kami evaluasi market dulu,” kata Mas’ud.

Pertamina sebelumnya berharap produk itu mampu memperluas pasar elpiji non-PSO (public service obligation) sebesar 2-4 persen pada tahun depan. Selama ini konsumsi elpiji memang didominasi elpiji 3 kg PSO. Pertamina mencatat, dari total permintaan elpiji yang mencapai 7,5 juta metrik ton per tahun, konsumsi elpiji 3 kg PSO mendominasi 6,7 juta metrik ton. Sisanya, 800 ribu metrik ton, merupakan elpiji non-PSO.

Dalam APBN 2018, kuota subsidi elpiji 2018 dipatok 6,450 juta metrik ton (mt) atau Rp 94,53 triliun. Namun, Pertamina memprediksi, hingga akhir tahun ini realisasi subsidi elpiji membengkak dari kuota yang ditetapkan atau mencapai 6,7 juta mt. Sebab, pemerintah belum menerapkan skema distribusi tertutup elpiji melon kepada masyarakat. Padahal, skema itu dinilai bisa menekan pemakaian subsidi 3 kg. 

(vir/c14/fal)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar