Siasati Perang Dagang dengan AS, Tiongkok Sengaja Melemahkan Yuan | JawaPos.com

Posted on

JawaPos.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan pelemahan. Kendati sudah dinaikkan suku bunga hingga 100 basis poin (bps), dampak dari kebijakan itu belum terasa.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, pelemahan Rupiah juga diakibatkan karena Tiongkok sengaja melemahkan mata uangnya. Hal itu dilakukan Negeri Tirai Bambu saat mereka resmi menyatakan perang dagang dengan AS.

“Kita melihat pelemahan mata uang di regional itu kan masih berjalan walaupun makin kecil-kecil perubahannya. Tapi kalau kita lihat pelemahan rupiah 6,5 bulan terakhir sebetulnya kita pelemahannya 6,9 persen. Tiongkok itu ternyata tadinya tidak terlalu melemah, tapi dua bulan terakhir pelemahannya 5 persen, dua bulan terakhir masuk periode trade war,” ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (25/7).

“Jadi kelihatannya Tiongkok dalam menghadapi trade war itu mengambil langkah memang membiarkan mata uangnya melemah karena dia ingin supaya, saya kira supaya ekspornya lebih murah di mana-mana. Tapi kan negara lain ikut melemah kecuali Amerika Serikat,” tambahnya.

Baca Juga :  Dibayangi Perang Dagang, RI Ajukan Tiga Permintaan ke Mendag AS | JawaPos.com

Upaya pelemahan Yuan, lanjut Darmin, dilakukan dengan cara People’s Bank of China (bank sentral Tiongkok) menyalurkan dana ke perbankan. Dengan langkah itu, dolar akan semakin menguat dan melemahkan Yuan. Dampak pelemahan Yuan pada akhirnya juga berimbas pada mata uang negara lain.

“Sebenarnya yang mereka lakukan adalah bank sentralnya menyalurkan dana ke dunia perbankan termasuk merubah semacam giro wajib dalam jumlah yang cukup besar. Itu semua menunjukkan bahwa mereka memang secara sadar menginginkan mata uangnya melemah,” jelas dia.

Tidak hanya Indonesia saja yang melemah, kata Darmin, mata uang ringgit yang biasanya tidak terlalu berdampak dalam beberapa pekan terakhir juga ikut melemah. Hal itu karena Tiongkok yang sengaja melemahkan mata uangnya.

Baca Juga :  KPR Berkembang Bagus, BTN Berpotensi Tumbuh Lebih Baik | JawaPos.com

“Ini semua kemudian perubahan-perubahan kurs mata uang berbagai negara itu bergerak. Bahkan saya lihat Malaysia yang tadinya tidak terlalu terpengaruh mata uangnya, beberapa Minggu terakhir cukup terpengaruh,” tutupnya.

(hap/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar