Soal Komitmen Pilgub, NH: Pantang Bagiku Bicara Lebih dari Sekali

Posted on

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Jelang pencoblosan, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan sibuk bersilaturrahim dengan para pendukungnya di daerah.

Salah satunya, paslon nomor urut 1, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Tak ayal dalam sehari mengupayakan menyentuh warga tiga kabupaten di wilayah Utara Sulsel, yakni Bone, Soppeng, dan Wajo.

“Bone, Soppeng, dan Wajo bagi Pak NH adalah tanah assilessureng (tali persaudaraan). Jadi agenda sapa warga di Bosowa serasa ketemu dengan sanak keluarga, menjawab kerinduan dan menjelaskan indahnya silaturrahmi, itulah NH di Bosowa,” kata Arman via rilisnya ke tribun-timur.com, Senin (11/6/2018).

Kepadatan aktivitas oleh paslon tentunya tidak terlepas dari spirit untuk memenangkan daulat amanah sebagai pemegang kendali pemerintahan Provinsi Sulsel. Sehingga aura politis tentunya merupakan hal yang tak terelakkan dimanapun kandidat berada.

Baca Juga :  Ustadz Aziz Melayat Jenazah Alfrita, Ungkap Kehilangan Kader Militan

Baca: Dianggap Gemar Umbar Janji, Jubir: NH-Aziz Paham Tanggung Jawab Gubernur

Baca: Ketua TPP: Mari Wujudkan Sulsel Baru Bersama NH-Aziz

“Adalah hal yang tak perlu dinafikkan (suasana politis), tetapi Pak NH di banyak kesempatan selalu tegaskan bahwa manusia yang memelihara silaturahmi adalah manusia pemenang dunia dan akhirat. Olehnya tumbuhkan dan pelihara silaturrahmi itu maka engkaulah sang pemenang sejati,” tuturnya.

Di Soppeng (10/6/2018), NH di tengah-tangah keluarga dan handai tolan yang tengah hadir berbuka puasa di Desa Tajuncu tanah Kelahiran Istri (NH) Tercinta menyampaikan komitmen dirinya dalam perhelatan Pilgub Sulsel 2018.

Baca Juga :  Patut Ditiru, NH Tunjukkan Keakraban dengan NA di Balla Lompoa

“Kemenangan ada di tangan Tuhan, Komitmen tertagih di tangan Manusia. Soal komitmen, Narekko iyya tappile akkatenning bacaku fura de upakasiriki idi maneng silssurengku, cicemma ijajiang femmali lefe miccu rintanae. (Jika saya yang terpilih peganglah kalimatku, tak akan pernah saya permalukanki semua saudaraku. Hanya satu kali saya dilahirkan pantang bagiku bicara lebih dari sekali),” tutur Arman menirukan perkataan NH.(*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar